Translate

Senin, 05 Agustus 2019

PARA SISWA — Dekade Kelima







「我聲聞中,第一比丘壽命極長,終不中夭,所謂婆拘羅比丘是。
“Di antara siswa-siswa-Ku, bhikṣu yang terunggul dalam usia panjang, selamanya tidak terjangkau kematian muda, ialah Bhikṣu P’o-chü-lo (Bakkula).

常樂閑居,不處眾中,亦是婆拘羅比丘。
Yang selalu menggemari permukiman sunyi (araṇyavāsa), tidak bertempat di antara saṅgha, juga ialah Bhikṣu P’o-chü-lo.

能廣說法,分別義理,所謂滿願子比丘是。
Yang mampu secara ekstensif membabarkan Dharma, memilah-milah prinsip yang berarti, ialah Bhikṣu Man Yüan-tzŭ (‘Penuh, Anak si Pendo‘a’, Pūrṇa Maitrāyaṇīputra)¹.

奉持戒律,無所觸犯,所謂優波離比丘是。
Yang menjunjung dan memegang śīla dan vinaya, tiada hal yang dilanggar, ialah Bhikṣu Yu-po-li (Upāli).

得信解脫,意無猶豫,所謂婆迦利比丘是。
Yang mendapatkan Pembebasan melalui keyakinan (śraddhādhimukta), pikirannya tiada sangsi, ialah Bhikṣu P’o-chia-li (Vakkali).

大體端正,與世殊異,所謂難陀比丘是。
Berperawakan besar dan rupawan, yang khas berbeda dengan [orang-orang di] dunia, ialah Bhikṣu Nan-t’o (Nanda).

諸根寂靜,心不變易,亦是難陀比丘。
Yang segala inderanya tenang, batinnya tiada bertukar, juga ialah Bhikṣu Nan-t’o.

辯才卒起,解人疑滯,所謂婆陀比丘是。
Yang talenta kefasihannya terbit sekonyong-konyong, menguraikan keraguan yang membata-bata orang lain, ialah Bhikṣu P’o-t’o (Bhadra?)².

能廣說義,理不有違,所謂斯尼比丘是。
Yang mampu membabarkan arti secara ekstensif, tiada ada berlawanan dengan prinsipnya (Dharma), ialah Bhikṣu Szŭ-ni (Sena? Seniya?).

喜著好衣,行本清淨,所謂天須菩提比丘是。
Yang senang mengenakan jubah bagus, namun praktiknya pada dasarnya murni, ialah Bhikṣu T’ien Hsü-p’u-t’i (Devasabha?)³.

常好教授諸後學者,難陀迦比丘是。
Yang selalu suka mengajar dan membimbing murid-murid yang junior ialah Bhikṣu Nan-t’o-chia (Nandaka).

善誨禁戒比丘尼僧,所謂須摩那比丘是。」
Yang dengan baik menginstruksikan aturan śīla kepada bhikṣuṇī-saṅgha ialah Bhikṣu Hsü-mo-na (Sumana).”




(UDDĀNA:)

P’o-chü, Penuh, po-li,
P’o-chia-li, Nan-t’o,
t’o, ni, Hsü-p’u-t’i,
Nan-t’o, Hsü-mo-na.







—— Ekottara Āgama, Kelompok Satu.
Dekade ke-5 dari varga IV, “Para Siswa” (弟子品).
Padanan Pāli: AN I.14 (Etadagga Vagga).






CATATAN:

¹ Nama ibunya di sini tampaknya berasal dari suatu bentuk Prakerta untuk mantrinī ‘pendo‘a, pemantra’. Terjemahan Tionghoa belakangan, yang didasarkan pada bentuk Sanskerta, biasanya Man Tz’ŭ-tzŭ 滿慈子 (‘Penuh, Anak si Penyayang’).

² Tionghoanya jelas mentranskripsikan bentuk Prakerta: Bha(d)da. Tetapi, identitas tokoh yang dimaksud masih samar.

³ Identifikasi yang mengganjal. Transkripsi mengandaikan aslinya adalah *Devasubhūti (atau *Divyasubhūti).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar