Translate

Tampilkan postingan dengan label pembabaran Dharma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembabaran Dharma. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Agustus 2013

Jenis-jenis orang yang dapat menerima Dharma dan yang tidak


Ekottara Agama monk advice bhikkhu rosary

聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「有二人不能善說法語。云何為二人?
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Ada dua orang yang kepadanya ucapan Dharma takkan dapat disampaikan dengan baik. Apakah keduanya itu?

無信之人,與說信法。此事甚難。
Orang yang tidak berkeyakinan, yang kepadanya diterangkan Dharma tentang keyakinan — ini adalah hal yang amat sukar.

慳貪之人,與說施法。此亦甚難。
Orang yang kikir dan serakah, yang kepadanya diterangkan Dharma tentang berderma — ini pun hal yang amat sukar.



「若復,比丘。無信之人,與說信法,便興瞋恚,起傷害心。猶如狗惡,加復傷鼻,倍更瞋恚。諸比丘。此亦如是!無信之人,與說信法,便起瞋恚,生傷害心。
“Seandainya, para bhikṣu, kepada orang yang tidak berkeyakinan diterangkan Dharma tentang keyakinan, maka akan timbul kebencian dan niat untuk mencelakai dalam batinnya. Ibarat anjing galak, jika dilukai hidungnya, maka bertambah-tambahlah kebenciannya. Para bhikṣu, hal ini pun demikian: orang yang tidak berkeyakinan, apabila kepadanya diterangkan Dharma tentang keyakinan, maka akan timbul kebencian dan niat untuk mencelakai dalam batinnya.

若復,比丘。慳貪之人,與說施法,便生瞋恚,起傷害心。猶如癰瘡未熟,復加刀割,痛不可忍。此亦如是!慳貪之人,與說施法,倍復瞋恚,起傷害心。
Seandainya, para bhikṣu, kepada orang yang kikir dan serakah diterangkan Dharma tentang berderma, maka akan timbul kebencian dan niat untuk mencelakai dalam batinnya. Ibarat bisul yang belum matang, jika dipotong dengan pisau, maka takkan tertahankan sakitnya. Hal ini pun demikian: orang yang kikir dan serakah, apabila kepadanya diterangkan Dharma tentang berderma, maka akan timbul kebencian dan niat untuk mencelakai dalam batinnya.

是謂!比丘。有此二人,難為說法。
Inilah, para bhikṣu, dua orang yang kepadanya Dharma sukar diterangkan.



「復次!比丘。有二人易為說法。云何為二?
“Selain itu, para bhikṣu, ada dua orang yang kepadanya Dharma mudah diterangkan. Apakah keduanya itu?

有信之人,與說信法。
Orang yang berkeyakinan, yang kepadanya diterangkan Dharma tentang keyakinan.

不慳貪人,與說施法。
Orang yang tidak kikir dan serakah, yang kepadanya diterangkan Dharma tentang berderma.



「若,比丘。有信之人,與說信法,便得歡喜,意不變悔。猶如有病之人,與說除病之藥,便得平復。此亦如是!有信之人,與說信法,便得歡喜,心不改變。
“Seandainya, para bhikṣu, kepada orang yang berkeyakinan diterangkan Dharma tentang keyakinan, maka ia akan bergembira dan pikirannya takkan berubah jadi penyesalan. Ibarat orang yang berpenyakit, jika diterangkan tentang obat untuk menyingkirkan penyakitnya, maka ia pun dapat pulih kembali. Hal ini pun demikian: orang yang berkeyakinan, apabila kepadanya diterangkan Dharma tentang keyakinan, maka ia akan bergembira dan batinnya takkan berubah.

若復無貪之人,與說施法,即得歡喜,無有悔心。猶如有男女端正,自喜沐浴手面。復有人來,持好華奉上,倍有顏色。復以好衣服飾,奉上其人。彼人得已,益懷歡喜。此亦如是!無慳貪人,與說施法,便得歡喜,無有悔心。
Seandainya kepada orang yang tidak serakah diterangkan Dharma tentang berderma, maka ia akan bergembira dan takkan menyesal. Ibarat pria atau wanita yang rupawan, yang senang mandi dan membersihkan tangan dan mukanya, lalu datang padanya seorang yang membawa bunga yang indah dan memakaikannya, sehingga bertambahlah kerupawanan pria atau wanita tersebut. Pria atau wanita tersebut pun lalu dipakaikan baju dan perhiasan yang bagus sehingga, setelah memperoleh semuanya, semakin bertambah kegembiraannya. Hal ini pun demikian: orang yang tidak kikir dan serakah, apabila kepadanya diterangkan Dharma tentang berderma, maka ia akan bergembira dan takkan menyesal.

是謂!比丘。有此二人,易為說法。是故!諸比丘。當學有信;亦當學布施,莫有慳貪!
Inilah, para bhikṣu, dua orang yang kepadanya Dharma mudah diterangkan. Oleh sebab itu, para bhikṣu, belajarlah untuk memiliki keyakinan; belajarlah pula untuk memberi derma, jangan kikir dan serakah!



「如是!諸比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。 
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Dua.
Sūtra ke-9 dari varga XX, “Sahabat yang Baik” (善知識品).
Tiada padanan Pāli.

Sutra tentang Geledek

《雷經》

Ekottara Agama petir vidyut thunder halilintar sutra

聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「有四種雲。云何為四?
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Ada empat jenis awan. Apakah keempatnya itu?

或有雲,雷而不雨;
Ada awan yang menggeledek, tetapi tidak menurunkan hujan;

或有雲,雨而不雷;
ada awan yang menurunkan hujan, tetapi tidak menggeledek;

或有雲,亦不雨,亦不雷;
ada awan yang tidak menurunkan hujan dan tidak menggeledek;

或有雲,亦雨亦雷。
ada pula awan yang menurunkan hujan dan menggeledek.

是謂四種雲。
Inilah keempat jenis awan.



「世間四種人而像雲。何等四人?
“Di dunia ini empat jenis orang juga serupa awan. Apakah keempat jenis orang tersebut?

或有比丘,雷而不雨;
Ada bhikṣu yang menggeledek, tetapi tidak menurunkan hujan;

或有比丘,雨而不雷;
ada bhikṣu yang menurunkan hujan, tetapi tidak menggeledek;

或有比丘,亦不雨亦不雷;
ada bhikṣu yang tidak menurunkan hujan dan tidak menggeledek;

或有比丘,亦雨亦雷。
ada pula bhikṣu yang menurunkan hujan dan menggeledek.



「彼云何,比丘,雷而不雨?
“Orang manakah, para bhikṣu, yang menggeledek, tetapi tidak menurunkan hujan?

或有比丘,高聲誦習所謂:
Terdapat bhikṣu yang dengan lantang membaca dan mempelajari

契經、   khotbah-khotbah (sūtra),
祇夜、   sajak pengulangan (geyya),
授決、   prediksi pencapaian (vyākaraṇa),
偈、    syair-syair (gāthā),
本末、   penjelasan menyeluruh (itivṛttaka),
因緣、   sebab-musabab (nidāna),
己說、   ungkapan hening (udāna),
生經、   kisah kelahiran (jātaka),
頌、    pujian (upadeśa),
方等、   ajaran perluasan (vaipulya),
未曾有法、 dharma yang belum pernah ada (adbhuta-dharma), dan
譬喻。   perumpamaan (avadāna).

如是諸法,善諷誦讀,不失其義,不廣與人說法。
Demikianlah segala Dharma ini ia lafalkan dengan baik tanpa melalaikan maknanya. Akan tetapi, ia tidak menyebarluaskannya kepada orang banyak melalui pembabaran Dharma.

是謂此人雷而不雨。
Inilah orang yang menggeledek, tetapi tidak menurunkan hujan.



「彼云何人,雨而不雷?
“Orang manakah yang menurunkan hujan, tetapi tidak menggeledek?

或有比丘,顏色端政。出入行來,進止之儀,皆悉具知。修諸善法,無毫釐之失。
Terdapat bhikṣu yang berpenampilan patut; yang mengetahui adab keluar-masuk, datang-pergi, saatnya melanjutkan kegiatan atau berhenti; terlatih dalam segala hal yang baik tanpa lalai sedikit pun.

然不多聞,亦不高聲誦習。 復不修行
Akan tetapi, ia tidak banyak mendengar, dan tidak dengan lantang membaca atau mempelajari

契經、   khotbah-khotbah,
本末、   penjelasan menyeluruh,
授決、   prediksi pencapaian,
偈、    syair-syair,
因緣、   sebab-musabab,
譬喻、   perumpamaan,
生經、   kisah kelahiran,
方等、   ajaran perluasan, atau
未曾有法。 dharma yang belum pernah ada.

然從他承受,亦不忘失。好與善知識相隨,亦好與他說法。
Ia hanya pernah menerima [instruksi] dari orang lain dan tidak melalaikannya. Ia senang mengikuti sahabat yang baik (kalyāṇamitra, yakni seorang guru spiritual), dan juga senang membabarkan Dharma kepada orang lain.

是謂此人雨而不雷。
Inilah orang yang menurunkan hujan, tetapi tidak menggeledek.



「彼何等人,亦不雨,亦復不雷?
“Orang manakah yang tidak menurunkan hujan dan juga tidak menggeledek?

或有一人,顏色不端政。出入行來,進止之儀,皆悉不具。不修諸善法,然不多聞,亦不高聲誦習。復不修行契經至方等,亦復不與他說法。
Terdapat seseorang yang berpenampilan tidak patut; yang tidak mengetahui adab keluar-masuk, datang-pergi, saatnya melanjutkan kegiatan atau berhenti. Tidak terlatih dalam segala hal yang baik, namun ia tidak mau banyak mendengar, dan tidak dengan lantang membaca atau mempelajari khotbah-khotbah s.d. ajaran perluasan. Ia pun tidak membabarkan Dharma kepada orang lain.

是謂此人亦不雨亦不雷。
Inilah orang yang tidak menurunkan hujan, pun tidak menggeledek.



「復有何等人,亦雨亦雷?
“Dan orang manakah yang menurunkan hujan, juga menggeledek?

或有一人,顏色端政。出入行來,進止之儀,亦悉具知。好喜學問,所受不失。亦好與他說法,勸進他人,令使承受。
Terdapat seseorang yang berpenampilan patut; yang mengetahui sepenuhnya adab keluar-masuk, datang-pergi, saatnya melanjutkan kegiatan atau berhenti; senang belajar dan bertanya; tidak melalaikan segala yang diterimanya. Ia pun senang membabarkan Dharma kepada orang lain, menganjurkan dan mendorong orang lain agar turut menerimanya.

是謂此人亦雨亦雷。
Inilah orang yang menurunkan hujan, juga menggeledek.



「是謂!比丘。世間有此四人。
“Inilah, para bhikṣu, empat jenis orang yang terdapat di dunia.



「如是!諸比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。 
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Empat.
Sūtra ke-10 dari varga XXV, “Empat Kebenaran” (四諦品).
Padanan Pāli: AN IV.11: 2 (Valāhaka Sutta).