Translate

Tampilkan postingan dengan label Tathagata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tathagata. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Agustus 2013

Sutra tentang Menghormati Buddha

《禮佛經》






聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「承事禮佛,有五事功德。云何為五?
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Ada lima manfaat yang diperoleh dari melayani dan menghormati Buddha. Apakah kelimanya itu?

一者、端政。
1. Rupa yang menarik.

二者、好聲。
2. Suara yang indah.

三者、多財饒寶。
3. Harta kekayaan yang berlimpah.

四者、生長者家。
4. Terlahir dalam keluarga pemuka masyarakat.

五者、身壞命終,生善處、天上。
5. Setelah tubuh jasmani rusak dan hidup berakhir, lahir kembali di tempat yang baik atau di surga.



「所以然者?如來無與等也。如來有信、有戒、有聞、有慧、有善色成就。是故成就五功德。
“Mengapa demikian? Karena tiada yang sebanding dengan Tathāgata; Tathāgata memiliki kesempurnaan dalam keyakinan, moralitas, pendengaran, kebijaksanaan, dan kerupawanan. Oleh sebab itulah, lima manfaat di atas tersempurnakan.



「復以何因緣禮佛而得端正?以見佛形像已,發歡喜心。以此因緣,而得端正。
“Dan apakah sebabnya dengan menghormati Buddha seseorang memperoleh rupa yang menarik? Setelah seseorang melihat Buddharūpa, timbul kebahagiaan dalam batinnya. Karena sebab inilah, maka ia memperoleh rupa yang menarik.

Ekottara Agama flower offering puja

「復以何因緣得好音聲?以見如來形像已,三自稱號:
“Dan apakah sebabnya seseorang memiliki suara yang indah? Setelah melihat rupa Tathāgata, seseorang mengucapkan tiga kali:

『南無如來·至真·等正覺!』
NAMAS TATHĀGATĀYA ARHATE SAMYAK-SABUDDHĀYA! (3×)
(‘Terpujilah Tathāgata, sang Arhat, yang Tercerahkan Sempurna’). 

以此因緣,得好音聲。
Karena sebab inilah, maka ia memiliki suara yang indah.

Ekottara Agama praising Buddha paritta

「復以何因緣多財饒寶?緣彼如來,而作大施,散華、然燈、及餘所施之物。以此因緣,獲大財寶。
“Dan apakah sebabnya seseorang memperoleh harta kekayaan yang berlimpah? Demi Tathāgata seseorang melakukan dāna yang besar, menaburkan bunga, menyalakan pelita, dan memberikan berbagai benda lainnya. Karena sebab inilah, maka ia memperoleh harta kekayaan yang berlimpah.

Ekottara Agama dana alms

「復以何因緣生長者家?若見如來形已,心無染著,右膝著地,長跪叉手,至心禮佛。以此因緣,生長者家。
“Dan apakah sebabnya seseorang terlahir dalam keluarga pemuka masyarakat? Setelah seseorang melihat rupa Tathāgata, batinnya terbebas dari kemelekatan. Dengan lutut kanan menyentuh lantai, ia berlutut dan berañjali, menyembah Buddha dengan sungguh hati. Karena sebab inilah, maka ia terlahir dalam keluarga pemuka masyarakat.

Ekottara Agama wise paritta

「復以何因緣身壞命終,生善處、天上?諸佛世尊常法:諸有眾生,以五事因緣,禮如來者,便生善處、天上。
“Dan apakah sebabnya setelah tubuh jasmaninya rusak dan hidupnya berakhir, seseorang lahir kembali di tempat yang baik atau di surga? Merupakan hukum yang abadi bagi para Buddha-Bhagavan bahwa apabila terdapat makhluk yang dengan kelima sebab ini menghormati Tathāgata, maka ia akan lahir kembali di tempat yang baik atau di surga.



「是謂!比丘。有此五因緣禮佛功德。是故!諸比丘。若有善男子、善女人,欲禮佛者,當求方便,成此五功德。
“Inilah, para bhikṣu, manfaat yang dihasilkan dari menghormati Buddha dengan lima sebab. Oleh karenanya, para bhikṣu, jikalau terdapat putra dan putri berbudi yang hendak menghormati Buddha, mereka harus berupaya agar lima manfaat ini menjadi sempurna.



「如是!比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Lima.
Sūtra ke-3 dari varga XXXII, “Timbunan Kebaikan” (善聚品).
Tiada padanan Pāli.

TUJUAN KEMUNCULAN TATHAGATA DI DUNIA


Ekottara Agama baby Buddha Tathagata appears in the world

聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「如來出現世時,必當為五事。云何為五?
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Kemunculan Tathāgata di dunia ialah demi lima hal. Apakah kelima hal tersebut?

一者、當轉法輪。
1. Untuk memutar Roda Dharma.

二者、當度父母。
2. Demi menyelamatkan orangtua-Nya.

三者、無信之人,立於信地。
3. Untuk membangun dasar keyakinan bagi orang-orang yang tidak percaya.

四者、未發菩薩意,使發菩薩心。
4. Agar mereka yang belum memiliki pikiran bodhisattva membangkitkan Batin Pencerahan.

五者、當授將來佛決。
5. Untuk memberikan prediksi (vyākaraṇa) pencapaian Kebuddhaan di masa datang.



「若如來出現世時,當為此五事。是故!諸比丘。當起慈心向於如來。
“Tathāgata muncul di dunia ialah demi kelima hal ini. Oleh sebab itu, para bhikṣu, kalian haruslah membangkitkan batin penuh sayang terhadap Tathāgata.



「如是!諸比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。 
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Lima.
Sūtra ke-2 dari varga XXXV, “Kumpulan Pandangan Salah” (邪聚品).
Tiada padanan Pāli.

Minggu, 18 Agustus 2013

Sutra tentang Panji

Ekottara Āgama menempatkan Dhvajāgra Sūtra yang terkenal ini pada kelompok tiga. Alhasil, hanya panji-panji tiga dewa yang disebut di sini, sebagai pembanding panji-panji tertinggi Buddha, Dharma, dan Saṅgha. Tidak seperti padanan Pālinya, sūtra ini tidak memiliki gāthā di akhir sebagai penutup.

Ekottara Agama Dhajagga Paritta Dhvajagra



《幢經》



聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「昔者,天帝釋告三十三天:
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Dahulu kala Śakra, raja para dewa, berkata kepada dewa-dewa Trāyastriṃśa:

Ekottara Agama Sakra Dewa Indra Yuhuang Giok

『卿等若入大戰中時,設有恐怖、畏懼之心者,汝等還顧視我高廣之幢。設見我幢者,便無畏怖。
‘Sewaktu kalian memasuki peperangan besar, apabila timbul kegentaran dan ketakutan di dalam hati, hendaknya kalian memandang panjiku yang tinggi dan agung. Apabila kalian melihat panjiku, maka tiada lagi ketakutan.
Ekottara Agama Isana dewa nawa sanga


『若不憶我幢者,當憶伊沙天王幢。以憶彼幢者,所有畏怖,便自消滅。
Ekottara Agama Baruna Varuna dewa nawa sanga‘Jikalau tidak teringat akan panjiku, maka ingatlah panji Raja Dewa Īśāna. Dengan melihat panjinya, maka segala ketakutan akan sirna dengan sendirinya.



『若不憶我幢,及不憶伊沙幢者,爾時當憶婆留那天王幢。以憶彼幢,所有恐怖,便自消滅。』
‘Jikalau tidak teringat akan panjiku, juga tidak teringat akan panji Īśāna, pada saat itu ingatlah panji Raja Dewa Varua. Dengan melihat panjinya, maka segala ketakutan akan sirna dengan sendirinya.’




「我今亦復告汝等:設有比丘、比丘尼、優婆塞、優婆夷,若有畏怖、衣毛豎者,爾時當念我身:
“Kini Aku pun memberitahu kalian: apabila terdapat bhikṣu, bhikṣuṇī, upāsaka, atau upāsikā yang menghadapi ketakutan dan bulu kuduk merinding, pada saat itu renungkanlah Aku:

『此是如來、至真、等正覺、明行成為、善逝、世間解、無上士、道法御、天人師、號佛、眾祐,出現於世。』
‘Bahwa Tathāgata, Yang Merealisasi Kebenaran (Arhat), Yang Mencapai Pencerahan Tepat dan Menyeluruh (Samyaksaṃbuddha), Yang Sempurna Pengetahuan dan Tindakannya (Vidyācaraṇasaṃpanna), Yang Pergi dengan Baik (Sugata), Pengenal Segenap Alam (Lokavid), Yang Tiada Taranya (Anuttara), Penjinak Manusia dengan Metode Pencerahan (Puruṣadamyasārathi), Guru Para Dewa dan Manusia (Śāstādevamanuṣyāṇām), Yang Sadar (Buddha), Pelindung Semesta (Bhagavan), telah muncul di dunia ini.’

設有恐怖、衣毛豎者,便自消滅。
Apabila ketakutan dan bulu kuduk merinding timbul, maka akan sirnalah dengan sendirinya.



「若復不念我者,爾時當念於法:
“Jikalau tidak teringat akan Aku, pada saat itu renungkanlah Dharma:

『如來法者,甚為微妙,智者所學。』
‘Dharma sang Tathāgata sungguh sangat halus dan menakjubkan, yang dipelajari oleh para bijak (pratyātma vedanīyo vijñaiḥ).’

以念法者,所有恐怖,便自消滅。
Dengan merenungkan Dharma, maka segala ketakutan akan sirna dengan sendirinya.



「設不念我,復不念法,爾時當念聖眾:
“Jikalau tidak teringat akan Aku, juga tidak teringat akan Dharma, pada saat itu renungkanlah Ārya Saṅgha:

『如來聖眾,極為和順、法法成就、戒成就、三昧成就、智慧成就、解脫成就、解脫見慧成就。所謂:四雙八輩,此是如來聖眾,可敬、可事、世間福田。』
‘Saṅgha Suci sang Tathāgata amatlah harmonis, sempurna dalam segala Dharma, sempurna dalam moralitas (śīla), sempurna dalam konsentrasi (samādhi), sempurna dalam kebijaksanaan (prajñā), sempurna dalam kebebasan (vimukti), sempurna dalam pengetahuan dan pandangan akan kebebasan (vimukti-jñāna-darśana). Mereka terdiri atas delapan jenis dan merupakan empat pasang — inilah Saṅgha Suci sang Tathāgata yang layak dihormati, layak dilayani, dan merupakan ladang jasa di dunia.’

是謂如來聖眾。爾時,若念僧已,所有恐怖,便自消滅。
Demikianlah Saṅgha Suci sang Tathāgata. Jikalau telah merenungkan Saṅgha, maka seketika itu segala ketakutan akan sirna dengan sendirinya.



「比丘。當知!釋提桓因猶有淫、怒、癡。然三十三天念其主,即無恐怖。況復如來無有淫、怒、癡!心當念,有恐怖乎?若有比丘,有恐怖者,便自消滅。
“Para bhikṣu, ketahuilah! Śakra devānām-indra bahkan masih memiliki nafsu, kebencian, dan kebodohan; namun, dengan mengingat pemimpin mereka, dewa-dewa Trāyastriṃśa terbebas dari ketakutan. Apalagi Tathāgata, yang tidak lagi memiliki nafsu, kebencian, dan kebodohan! Bila merenungkan-Nya dalam hati, ketakutan manakah yang akan timbul? Jikalau terdapat bhikṣu yang menghadapi ketakutan, maka akan sirnalah [ketakutan itu] dengan sendirinya.

是故!諸比丘。當念三尊:佛、法、聖眾。
Oleh sebab itu, para bhikṣu, renungkanlah Tiga Yang Mulia: Buddha, Dharma, dan Ārya Saṅgha.



「如是!諸比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Tiga.
Sūtra ke-1 dari varga XXIV, “Panji Tertinggi” (高幢品).
Padanan Pāli: SN XI.1: 3 (Dhajagga Sutta).