Translate

Tampilkan postingan dengan label Triratna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Triratna. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Agustus 2013

Sutra tentang Panji

Ekottara Āgama menempatkan Dhvajāgra Sūtra yang terkenal ini pada kelompok tiga. Alhasil, hanya panji-panji tiga dewa yang disebut di sini, sebagai pembanding panji-panji tertinggi Buddha, Dharma, dan Saṅgha. Tidak seperti padanan Pālinya, sūtra ini tidak memiliki gāthā di akhir sebagai penutup.

Ekottara Agama Dhajagga Paritta Dhvajagra



《幢經》



聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「昔者,天帝釋告三十三天:
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Dahulu kala Śakra, raja para dewa, berkata kepada dewa-dewa Trāyastriṃśa:

Ekottara Agama Sakra Dewa Indra Yuhuang Giok

『卿等若入大戰中時,設有恐怖、畏懼之心者,汝等還顧視我高廣之幢。設見我幢者,便無畏怖。
‘Sewaktu kalian memasuki peperangan besar, apabila timbul kegentaran dan ketakutan di dalam hati, hendaknya kalian memandang panjiku yang tinggi dan agung. Apabila kalian melihat panjiku, maka tiada lagi ketakutan.
Ekottara Agama Isana dewa nawa sanga


『若不憶我幢者,當憶伊沙天王幢。以憶彼幢者,所有畏怖,便自消滅。
Ekottara Agama Baruna Varuna dewa nawa sanga‘Jikalau tidak teringat akan panjiku, maka ingatlah panji Raja Dewa Īśāna. Dengan melihat panjinya, maka segala ketakutan akan sirna dengan sendirinya.



『若不憶我幢,及不憶伊沙幢者,爾時當憶婆留那天王幢。以憶彼幢,所有恐怖,便自消滅。』
‘Jikalau tidak teringat akan panjiku, juga tidak teringat akan panji Īśāna, pada saat itu ingatlah panji Raja Dewa Varua. Dengan melihat panjinya, maka segala ketakutan akan sirna dengan sendirinya.’




「我今亦復告汝等:設有比丘、比丘尼、優婆塞、優婆夷,若有畏怖、衣毛豎者,爾時當念我身:
“Kini Aku pun memberitahu kalian: apabila terdapat bhikṣu, bhikṣuṇī, upāsaka, atau upāsikā yang menghadapi ketakutan dan bulu kuduk merinding, pada saat itu renungkanlah Aku:

『此是如來、至真、等正覺、明行成為、善逝、世間解、無上士、道法御、天人師、號佛、眾祐,出現於世。』
‘Bahwa Tathāgata, Yang Merealisasi Kebenaran (Arhat), Yang Mencapai Pencerahan Tepat dan Menyeluruh (Samyaksaṃbuddha), Yang Sempurna Pengetahuan dan Tindakannya (Vidyācaraṇasaṃpanna), Yang Pergi dengan Baik (Sugata), Pengenal Segenap Alam (Lokavid), Yang Tiada Taranya (Anuttara), Penjinak Manusia dengan Metode Pencerahan (Puruṣadamyasārathi), Guru Para Dewa dan Manusia (Śāstādevamanuṣyāṇām), Yang Sadar (Buddha), Pelindung Semesta (Bhagavan), telah muncul di dunia ini.’

設有恐怖、衣毛豎者,便自消滅。
Apabila ketakutan dan bulu kuduk merinding timbul, maka akan sirnalah dengan sendirinya.



「若復不念我者,爾時當念於法:
“Jikalau tidak teringat akan Aku, pada saat itu renungkanlah Dharma:

『如來法者,甚為微妙,智者所學。』
‘Dharma sang Tathāgata sungguh sangat halus dan menakjubkan, yang dipelajari oleh para bijak (pratyātma vedanīyo vijñaiḥ).’

以念法者,所有恐怖,便自消滅。
Dengan merenungkan Dharma, maka segala ketakutan akan sirna dengan sendirinya.



「設不念我,復不念法,爾時當念聖眾:
“Jikalau tidak teringat akan Aku, juga tidak teringat akan Dharma, pada saat itu renungkanlah Ārya Saṅgha:

『如來聖眾,極為和順、法法成就、戒成就、三昧成就、智慧成就、解脫成就、解脫見慧成就。所謂:四雙八輩,此是如來聖眾,可敬、可事、世間福田。』
‘Saṅgha Suci sang Tathāgata amatlah harmonis, sempurna dalam segala Dharma, sempurna dalam moralitas (śīla), sempurna dalam konsentrasi (samādhi), sempurna dalam kebijaksanaan (prajñā), sempurna dalam kebebasan (vimukti), sempurna dalam pengetahuan dan pandangan akan kebebasan (vimukti-jñāna-darśana). Mereka terdiri atas delapan jenis dan merupakan empat pasang — inilah Saṅgha Suci sang Tathāgata yang layak dihormati, layak dilayani, dan merupakan ladang jasa di dunia.’

是謂如來聖眾。爾時,若念僧已,所有恐怖,便自消滅。
Demikianlah Saṅgha Suci sang Tathāgata. Jikalau telah merenungkan Saṅgha, maka seketika itu segala ketakutan akan sirna dengan sendirinya.



「比丘。當知!釋提桓因猶有淫、怒、癡。然三十三天念其主,即無恐怖。況復如來無有淫、怒、癡!心當念,有恐怖乎?若有比丘,有恐怖者,便自消滅。
“Para bhikṣu, ketahuilah! Śakra devānām-indra bahkan masih memiliki nafsu, kebencian, dan kebodohan; namun, dengan mengingat pemimpin mereka, dewa-dewa Trāyastriṃśa terbebas dari ketakutan. Apalagi Tathāgata, yang tidak lagi memiliki nafsu, kebencian, dan kebodohan! Bila merenungkan-Nya dalam hati, ketakutan manakah yang akan timbul? Jikalau terdapat bhikṣu yang menghadapi ketakutan, maka akan sirnalah [ketakutan itu] dengan sendirinya.

是故!諸比丘。當念三尊:佛、法、聖眾。
Oleh sebab itu, para bhikṣu, renungkanlah Tiga Yang Mulia: Buddha, Dharma, dan Ārya Saṅgha.



「如是!諸比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Tiga.
Sūtra ke-1 dari varga XXIV, “Panji Tertinggi” (高幢品).
Padanan Pāli: SN XI.1: 3 (Dhajagga Sutta).

Rabu, 14 Agustus 2013

Sutra tentang Kualitas Bajik Tertinggi

Kata aggappasāda‬ (Skt. ‪agraprasāda‬) dalam bahasa Inggris diterjemahkan bervariasi, antara lain: ‘highest grace’, ‘supreme delights’, ‘best faiths’, ‘supreme objects of confidence’, dsb. Dalam jilid 7 Itivṛttaka 《本事經》 (T. vol. 17, № 765 hlm. 697a) Hsüan-tsang mula-mula menerjemahkan istilah ini sebagai 最勝 ‘kejayaan/kemuliaan tertinggi’. Namun, pada kalimat-kalimat selanjutnya, makna ambigu 淨信 ‘keyakinan murni’ juga kita temukan.

Pada judul sūtra kali ini perkataan ‪‎agappasāda‬ ditafsirkan agak bebas sebagai 第一德 ‘kualitas bajik tertinggi’. Di samping itu, tidak seperti versi Hsüan-tsang yang lebih dekat dengan Pāli, sūtra kita berbeda secara signifikan pada penggunaan perumpamaan dan, terutama, pada bagian gāthā.

Selamat membaca!

Ekottara Agama dana makanan sangha bhikkhu



《第一德經》



聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「有三自歸之德。云何為三?
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Ada tiga kualitas bajik dari Perlindungan. Apakah ketiganya itu?

所謂:
Yakni:

歸佛第一之德,
kualitas bajik pertama dari Buddha sebagai Perlindungan,

歸法第二之德,
kualitas bajik kedua dari Dharma sebagai Perlindungan,

歸僧第三之德。
kualitas bajik ketiga dari Saṅgha sebagai Perlindungan.



「彼云何名為歸佛之德?諸有眾生,二足、四足、眾多足者,有色、無色,有想、無想,至尼惟先天上,如來於中,最尊、最上、無能及者。
“Apakah yang dinamakan kualitas bajik dari Buddha sebagai Perlindungan? Di antara semua makhluk, baik yang berkaki dua, berkaki empat, atau berkaki banyak, baik yang berwujud maupun tanpa-wujud, baik yang memiliki pencerapan maupun tanpa-pencerapan, hingga di antara makhluk-makhluk Surga Naivasaṃjñā-nāsaṃjñāyatana, Tathāgatalah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya.

由牛得乳,由乳得酪,由酪得酥,由酥得醍醐。然復!醍醐於中最尊、最上、無能及者。
Dari lembu diperolehlah susu; dari susu diperolehlah dadih; dari dadih diperolehlah mentega; dari mentega diperolehlah minyak samin. Maka di antara semuanya, minyak saminlah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya.

此亦如是。諸有眾生,二足、四足、眾多足者,有色、無色,有想、無想、至尼惟先天上,如來於中,最尊、最上、無能及者。
Hal ini pun demikian: di antara semua makhluk, baik yang berkaki dua, berkaki empat, atau berkaki banyak, baik yang berwujud maupun tanpa-wujud, baik yang memiliki pencerapan maupun tanpa-pencerapan, hingga di antara makhluk-makhluk Surga Naivasaṃjñā-nāsaṃjñāyatana, Tathāgatalah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya.

諸有眾生,承事佛者,是謂承事第一之德。以獲第一之德,便受天上、人中之福。
Semua makhluk yang berbakti melayani Buddha, telah melayani kualitas bajik yang tertinggi. Karena memperoleh kualitas bajik tertinggi, di alam surga atau di antara manusia mereka akan menerima kebahagiaan.

此名第一之德。
Inilah yang dinamakan kualitas bajik tertinggi.



「云何名為自歸法者?所謂諸法,有漏、無漏,有為、無為,無欲、無染,滅盡、涅槃。然涅槃法,於諸法中,最尊、最上、無能及者。
“Apakah yang dinamakan [kualitas bajik dari] Dharma sebagai Perlindungan? Bahwa segala dharma — baik tentang kebocoran batin (āsrava) maupun tanpa kebocoran batin (anāsrava), baik tentang yang berkondisi (saṃskṛta) maupun yang tak-berkondisi (asaṃskṛta), yang tanpa nafsu (virāga), tanpa noda (akliṣṭa), yang merupakan pemadaman (nirodha), dan Nirvāṇa — di antara semuanya itu, maka dharma tentang Nirvāṇalah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya.

由牛得乳,由乳得酪,由酪得酥,由酥得醍醐。然復!醍醐於中最尊、最上、無能及者。
Dari lembu diperolehlah susu; dari susu diperolehlah dadih; dari dadih diperolehlah mentega; dari mentega diperolehlah minyak samin. Maka di antara semuanya, minyak saminlah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya.

此亦如是。所謂諸法,有漏、無漏,有為、無為,無欲、無染。滅盡,涅槃。然涅槃法,於諸法中,最尊、最上、無能及者。
Hal ini pun demikian: bahwa segala dharma — baik tentang kebocoran batin (āsrava) maupun tanpa kebocoran batin (anāsrava), baik tentang yang berkondisi (saṃskṛta) maupun yang tak-berkondisi (asaṃskṛta), yang tanpa nafsu (virāga), tanpa noda (akliṣṭa), yang merupakan pemadaman (nirodha), dan Nirvāṇa — di antara semuanya itu, maka dharma tentang Nirvāṇalah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya.

諸有眾生,承事法者,是謂承事第一之德。以獲第一之德,便受天上、人中之福。
Semua makhluk yang berbakti melayani Dharma, telah melayani kualitas bajik yang tertinggi. Karena memperoleh kualitas bajik tertinggi, di alam surga atau di antara manusia mereka akan menerima kebahagiaan.

此名第一之德。
Inilah yang dinamakan kualitas bajik tertinggi.



「云何名為自歸聖眾?所謂聖眾者,大眾、大聚有形之類眾生之中。如來眾僧,於此眾中,最尊、最上、無能及者。
“Apakah yang dinamakan [kualitas bajik dari] Ārya Saṅgha sebagai Perlindungan? Bahwa Ārya Saṅgha merupakan komunitas (saṅgha) agung, merupakan persekutuan (gaṇa) agung di antara segala bentuk makhluk hidup. Di antara semuanya ini, Saṅgha sang Tathāgatalah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya.

由牛得乳,由乳得酪,由酪得酥,由酥得醍醐。然復!醍醐於中最尊、最上、無能及者。
Dari lembu diperolehlah susu; dari susu diperolehlah dadih; dari dadih diperolehlah mentega; dari mentega diperolehlah minyak samin. Maka di antara semuanya, minyak saminlah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya.

此亦如是。所謂聖眾者,大眾、大聚有形之類,眾生之中,如來眾僧,於此眾中,最尊、最上、無能及者。
Hal ini pun demikian: bahwa Ārya Saṅgha merupakan komunitas (saṅgha) agung, merupakan persekutuan (gaṇa) agung di antara segala bentuk makhluk hidup. Di antara semuanya ini, Saṅgha sang Tathāgatalah yang termulia, yang terunggul, yang tiada bandingnya.

諸有眾生,承事僧者,是謂承事第一之德。以獲第一之德,便受天上、人中之福。
Semua makhluk yang berbakti melayani Saṅgha, telah melayani kualitas bajik yang tertinggi. Karena memperoleh kualitas bajik tertinggi, di alam surga atau di antara manusia mereka akan menerima kebahagiaan.

此名第一之德。
Inilah yang dinamakan kualitas bajik tertinggi.”



爾時,世尊便說此偈:
Pada saat itu Bhagavan mengucapkan gāthā berikut:

「第一承事佛  最尊無有上
 次復承事法  無欲無所著
 敬奉賢聖眾  最是良福田
 彼人第一智  受福最在前
 若在天人中  處眾為正導
 亦得最妙座  自然食甘露
 身著七寶衣  為人之所敬
 戒具最完全  諸根不缺漏
 亦獲智慧海  漸至涅槃界
 有此三歸者  趣道亦不難」

“Bakti pelayanan tertinggi adalah kepada Buddha,
yang termulia, tiada taranya.
Selanjutnya adalah berbakti melayani Dharma,
yang terbebas dari nafsu, tanpa kemelekatan.

[Lalu] menghormati dan menyokong Ārya Saṅgha,
ladang jasa yang terbaik.
— Ia yang dengan kebijaksanaan tertinggi (melaksanakannya),
akan menerima kebahagiaan tertinggi melebihi siapa pun.

Jika di alam dewa atau manusia,
ia akan berdiam sebagai pemimpin,
memperoleh kedudukan yang terhormat,
dan menyantap amṛta sebagai makanannya.

Tubuhnya akan berselubung pakaian tujuh permata,
dihormati oleh orang-orang,
paling sempurna dalam moralitas,
dan bebas-cacat semua inderanya.

Ia akan memperoleh lautan kebijaksanaan,
dan berangsur-angsur sampai ke ranah Nirvāṇa.
Berkat adanya Ketiga Perlindungan ini,
tidaklah sukar untuk menuju realisasi Jalan.”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Tiga.
Sūtra ke-1 dari varga XXI, “Tiga Permata” (三寶品).
Padanan Pāli: Itivuttaka III.5: 1 (Aggappasāda Sutta); AN IV.4: 4.