Translate

Tampilkan postingan dengan label varga 33. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label varga 33. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Agustus 2013

Sutra tentang Menyapu

《掃經》


聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:




一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「若有人掃偷婆,不得五功德。云何為五?
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Ada lima manfaat yang tidak diperoleh saat seseorang menyapu stūpa. Apakah kelimanya itu?

於是有人掃偷婆,不以水灑地;
Pada saat seseorang menyapu stūpa, ia tidak memerciki tanahnya dengan air;

不除去瓦石;

ia tidak menyingkirkan batu dan kerikil;

不平整其地;

ia tidak meratakan tanahnya;

不端意掃地;

ia tidak menyapu dengan ketelitian;

不除去穢惡。

ia tidak membuang kotoran (yang dikumpulkannya).

是謂!比丘。掃地之人,不成五功德。
Inilah, para bhikṣu, lima manfaat yang tidak disempurnakan saat seseorang menyapu stūpa.



「比丘。當知!掃地之人,成五功德。云何為五?
“Para bhikṣu, ketahuilah lima manfaat yang disempurnakan saat seseorang menyapu stūpa. Apakah kelimanya itu?

於是掃偷婆之人,以水灑地;
Pada saat seseorang menyapu stūpa, ia memerciki tanahnya dengan air,

除去瓦石;

menyingkirkan batu dan kerikil,

平整其地;

meratakan tanahnya,

端意掃地;

menyapu dengan ketelitian, dan

除去穢惡。

membuang kotoran (yang dikumpulkannya).

是謂!比丘。有五事令人得功德。是故!諸比丘。欲求其功德者,當行此五事。
Inilah, para bhikṣu, lima hal yang menghasilkan manfaat. Oleh sebab itu, para bhikṣu, jikalau hendak memperoleh manfaat, laksanakanlah kelima hal ini.



「如是!諸比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Lima.
Sūtra ke-6 dari varga XXXIII, “Lima Raja” (五王品).
Tiada padanan Pāli.

Sutra tentang Bepergian

《行法經》

Ekottara Agama

聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「長遊行之人,有五難艱。云何為五?
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Ada lima mudarat (ādīnava) yang dihadapi seseorang yang selalu bepergian. Apakah kelimanya itu?

於是恒遊行人,不誦法教;
Di sini orang yang selalu bepergian tidak sempat melafalkan Ajaran Dharma;

所誦之教,而忘失之;
Ajaran yang sudah dibacanya akan terlupakan;

不得定意;
ia takkan memperoleh konsentrasi pikiran (samādhi);

以得三昧,復忘失之;
samādhi yang sudah diperolehnya akan hilang;

聞法不能持。
apabila mendengarkan Dharma, ia takkan sanggup mempertahankannya.

是謂!比丘。多遊行人,有此五難。
Inilah, para bhikṣu, lima mudarat yang dialami seseorang yang banyak bepergian.



「比丘。當知!不多遊行人,有五功德。云何為五?
“Para bhikṣu, ketahuilah! Ada lima manfaat yang diperoleh seseorang yang tak banyak bepergian. Apakah kelimanya itu?

未曾得法而得法;
Dharma yang belum pernah diperoleh akan ia peroleh;

已得不復忘失;
yang sudah diperoleh takkan terlupakan;

多聞能有所持;
yang didengarnya banyak dan akan sanggup ia pertahankan;

能得定意;
ia dapat memperoleh konsentrasi pikiran (samādhi);

以得三昧,不復失之。
samādhi yang sudah diperolehnya takkan hilang.

是謂!比丘。不多遊行人,有此五功德。是故!諸比丘。莫多遊行!
Inilah, para bhikṣu, lima manfaat yang diperoleh seseorang yang tak banyak bepergian. Oleh sebab itu, para bhikṣu, janganlah banyak bepergian!



「如是!諸比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。 
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.







—— Ekottara Āgama, Kelompok Lima.
Sūtra ke-7 dari varga XXXIII, “Lima Raja” (五王品).
Padanan Pāli: AN V.23: 1–2 (Dīghacārika Sutta ⑴ & ).

Sutra tentang Berkelana dan Menetap (2)

《去住經》(2)

Ekottara Agama

聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「不一處住人,有五功德。云何為五?
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Ada lima manfaat bagi orang yang tidak menetap di satu tempat. Apakah kelimanya itu?

不貪屋舍;
Ia takkan melekat pada tempat tinggalnya;

不貪器物;
ia takkan melekat pada harta kekayaan;

不多集財物;
ia takkan mengumpulkan berbagai macam benda;

不著親族;
ia takkan melekat pada kaum kenalannya;

不與白衣,共相往來。
ia takkan gemar kunjung-mengunjungi dengan umat awam.

是謂!比丘。不住一處人,有此五功德。是故!諸比丘。當求方便,行此五事。 
Inilah, para bhikṣu, lima manfaat bagi orang yang tidak menetap di satu tempat. Oleh sebab itu, para bhikṣu, berupayalah untuk melaksanakan kelima hal ini.



「如是!諸比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。 
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Lima.
Sūtra ke-9 dari varga XXXIII, “Lima Raja” (五王品).
Tiada padanan Pāli, tetapi bandingkan AN V.23: 3–6.

Sutra tentang Berkelana dan Menetap (1)

《去住經》(1) 

Ekottara Agama Anguttara Nikaya

聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊告諸比丘:「若有比丘,恒一處止,有五非法。云何為五?
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada para bhikṣu: “Ada lima hal bukan-dharma (adharma) yang dilakukan oleh bhikṣu yang selalu menetap di satu tempat. Apakah kelima hal tersebut?

於是比丘一處住者,意著屋舍,畏恐人奪;
Bhikṣu yang menetap di satu tempat pikirannya melekat pada tempat tinggalnya, dan ia khawatir orang lain merebutnya;

或意著財產,復恐人奪;
atau pikirannya melekat pada harta kekayaannya, dan ia khawatir juga orang lain merebutnya;

或多集物,猶如白衣;
atau ia akan mengumpulkan berbagai macam benda seperti seorang perumah-tangga;

貪著親親,不欲使人至親親家;
dengan serakah ia akan membuat koneksi dan melekat dengan beragam kenalan, serta takkan membiarkan orang lain berhubungan dengan kenalannya itu;

恒共白衣,而相往來。
dengan umat awam, ia akan gemar senantiasa kunjung-mengunjungi.

是謂!比丘。一處住人,有此五非法。是故!諸比丘。當求方便,勿一處住!
Inilah, para bhikṣu, lima hal bukan-dharma yang dilakukan oleh orang yang menetap di satu tempat. Oleh sebab itu, para bhikṣu, berupayalah agar jangan menetap di satu tempat.



「如是!諸比丘。當作是學。」
“Demikianlah, para bhikṣu, yang harus kalian pelajari!”



爾時,諸比丘聞佛所說,歡喜奉行。 
Pada saat para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Lima.
Sūtra ke-8 dari varga XXXIII, “Lima Raja” (五王品).
Tiada padanan Pāli, tetapi bandingkan AN V.23: 3–6.