Translate

Rabu, 09 Juli 2014

Mukadimah (1)

增壹阿含經序品第一
Ekottara Āgama

Varga I: MUKADIMAH





Penghormatan Pembuka


自歸能仁第一仙  演說賢聖無上軌
永在生死長流河  世尊今為度黎庶

1. Aku berlindung pada Śākyamuni, sang Resi Tertinggi*,
yang memaparkan Tata-Hukum para suci yang tiada tara.
Dalam aliran abadi sungai saṃsāra selamanya,
Bhagavan kini berada demi menyeberangkan banyak orang.
_________________________
* Berdasarkan manuskrip Shōgozō (聖語藏). Bacaan yang umum: 第七仙 ‘sang Resi Ketujuh’. Resi (Skt. ṛṣi) merupakan salah satu sebutan bagi Buddha.


Dukacita Mahā Kāśyapa


尊長迦葉及聖眾  賢哲阿難無量聞
善逝泥洹供舍利  從拘夷國至摩竭

2. Sesepuh Kāśyapa dan saṅgha para suci,
serta Yang Bajik Ānanda, yang [banyak] mendengar tak terukur,
setelah nirvāṇa Sang Sugata, memuja relik śarīra-Nya
dari Negeri Kuśinagara hingga ke Magadha.

迦葉端思行四等  此眾生類墜五道
正覺演道今去世  憶尊巧訓懷悲泣

3. Mengembangkan empat kesetaraan*, dengan serius Kāśyapa berpikir:
“Makhluk-makhluk ini terperosok dalam lima jalur-kelahiran (pañca gati)†;
tetapi Samyak-saṃbuddha, sang Pemapar Jalan, sekarang telah mangkat.”
Mengingat nasihat-nasihat terampil [Jina] yang mulia, ia amat berdukacita.
_________________________
* Yakni, empat keadaan tanpa-batas (apramāṇa) — maitrā, karuṇā, muditā, upekṣā — yang dikembangkan secara merata/universal.
† Neraka, setan kelaparan, binatang, manusia, dan dewa. Kadang-kadang asura dianggap sebagai gati terpisah yang keenam.

迦葉思惟正法本  云何流布久在世
最尊種種吐言教  總持懷抱不漏失

4. Kāśyapa memikirkan esensi Saddharma,
bagaimana menyebarluaskannya agar bertahan lama di dunia.
“Bermacam-macam ajaran yang disabdakan Jina Yang Termulia,
[haruslah] utuh dipegang dan direngkuh tanpa kebocoran.

誰有此力集眾法  在在處處因緣本
今此眾中智慧士  阿難賢哲無量聞

5. “Siapakah yang memiliki kekuatan ini untuk mengumpulkan aneka Dharma,
yang [dibabarkan] di berbagai tempat dan kesempatan, didasari sebab-musabab?
Kini, di antara mereka yang bijaksana dalam persamuhan ini,
Ānanda yang bajiklah yang [banyak] mendengar tak terukur.”


Persamuhan Besar


即擊揵椎集四部  比丘八萬四千眾
盡得羅漢心解脫  已脫縛著處福田

6. Lalu ditabuhnyalah gaṇḍī untuk menghimpun keempat golongan*.
[Ada pula] saṅgha para bhikṣu sejumlah 84.000,
seluruhnya adalah arhat yang batinnya sudah terbebaskan (suvimuktacitta),
telah lepas dari belenggu kemelekatan, dan merupakan ladang jasa (puṇyakṣetra).
_________________________
* Yakni, keempat kelompok siswa-siswi Buddhis: bhikṣu, bhikṣuṇī, upāsaka, dan upāsikā.

Gandi wooden gong
Gaṇḍī ialah sebangsa kentongan dari kayu.

迦葉哀愍於世故  加憶尊恩過去報
世尊授法付阿難  願布演法長存世

7. Maka Kāśyapa, karena belas-kasihannya kepada dunia,
serta karena teringat akan budi Jina di masa silam, berkata:
“Bhagavan menurunkan Dharma dan mempercayakannya kepadamu, Ānanda.
Mohon paparkanlah agar Dharma tersebut tinggal lama di dunia 

云何次第不失緒  三阿僧祇集法寶
使後四部得聞法  已聞便得離眾苦

8. “Bagaimanalah supaya tidak hilang mata-rantai suksesi
Permata Dharma yang Beliau kumpulkan selama tiga asaṅkhyeya kalpa,
sehingga keempat golongan di masa datang dapat mendengarnya
dan, setelah mendengarnya, dapat meninggalkan segala penderitaan.”


— Ānanda


阿難便辭吾不堪  諸法甚深若干種
豈敢分別如來教  佛法功德無量智

9. Tetapi, Ānanda menolaknya: “Aku tidaklah berlayak.
Aneka Dharma teramat dalam dan bermacam-macam 
manalah berani aku melakukan pembagian ajaran Tathāgata,
Buddhadharma, yang kebajikannya merupakan [sumber] pengetahuan tak terukur!”

今尊迦葉能堪任  世雄以法付耆舊
大迦葉今為眾人  如來在世請半坐

10. “Sesungguhnya Bhadanta Kāśyapa mampu memikul tanggung-jawab tersebut
karena Sang Pahlawan Dunia pun telah lama mempercayakan Dharma kepadanya.
Adapun Mahā Kāśyapa ini, demi [membimbing] banyak orang,
telah diundang oleh Tathāgata, tatkala Beliau masih di dunia, untuk berbagi setengah tempat duduk.”


— Kāśyapa


迦葉報言雖有是  年衰朽老多忘失
汝今總持智慧業  能使法本恒在世

11. Kāśyapa membalasnya: “[Bahkan] andaipun hal itu dilaksanakan,
usiaku telah lanjut; aku tua renta dan pelupa.
Tindakan bijaksanamu, dengan utuh memegang [Dharma] kini,
mampu menyebabkan esensinya senantiasa tinggal di dunia.

我今有三清淨眼  亦復能知他心智
一切眾生種種類  無有能勝尊阿難

12. “Kini aku mempunyai tiga mata* yang bersih murni.
Kumiliki pula kemampuan untuk mengetahui batin orang lain (paracittajñāna).
Di antara berbagai jenis makhluk hidup,
tiada yang mampu mengungguli Bhadanta Ānanda.”
_________________________
* Mata fisik (māṃsa-cakṣus), mata dewa (divya-cakṣus), dan mata kebijaksanaan (prajñā-cakṣus).


Kedatangan Maitreya dan Permohonan Seluruh Persamuhan Itu kepada Ānanda


梵天下降及帝釋  護世四王及諸天
彌勒 兜術尋來集  菩薩數億不可計

13. Maka Dewa Brahmā pun turun, dengan Śakra sang Pemimpin.
Keempat raja Lokapāla dan para dewa,
juga Maitreya dari alam Tuṣita datang berhimpun,
beserta bodhisattva yang jumlahnya berkoṭi-koṭi, tak dapat terperkirakan.

彌勒 四王  皆悉叉手而啟白
一切諸法佛所印  阿難是我法之器

14. Maitreya, Brahmā, Śakra, serta Empat Mahārāja,
semuanya berañjali dan memohon:
“Tentang segala Dharma, telah dimeteraikan oleh Buddha sendiri:
‘Ānanda adalah bejana Dharma-Ku.’

若使不欲法存者  便為壞敗如來教
願存本要為眾生  得濟危厄度眾難

15. “Jikalau Anda tidak ingin membiarkan Dharma lestari,
maka sama sajalah dengan menghancurkan Ajaran Tathāgata.
Mohon pertahankanlah esensinya demi semua makhluk,
agar mereka dapat tertolong dari segala penderitaan, dan terselamatkan dari aneka kesukaran.

釋師出世壽極短  肉體雖逝法身在
當令法本不斷絕  阿難勿辭時說法

16. “Teramat pendek usia Sang Śākyasiṃha muncul di dunia.
Badan jasmani-Nya telah berlalu, namun tubuh Dharma-Nya senantiasa bersemayam.
Supaya esensi Dharma tidak terputus,
janganlah Ānanda menolak, melainkan saat ini juga membabarkan Dharma.”

迦葉最尊及聖眾  彌勒 四王
哀請阿難時發言  使如來教不滅盡

17. Maka Kāśyapa, yang paling sepuh, beserta saṅgha para suci,
Maitreya, Brahmā, Śakra, dan Empat Mahārāja,
memohon kepada Ānanda, dan berkata dengan serempak:
“Biarlah Ajaran Tathāgata tidak padam berakhir!”


Kesediaan Ānanda


阿難仁和四等具  意轉入微師子吼
顧眄四部瞻虛空  悲泣揮淚不自勝

18. Ānanda dipenuhi keibaan, yang berpadu dengan empat kesetaraan.
Pikirannya pun beralih memasuki raungan singa nan halus.
Ia memperhatikan keempat golongan, lalu memandang ke angkasa.
Dengan terharu disekanya air matanya, tak kuasa akan dirinya.

便奮光明和顏色  普照眾生如日初
彌勒光及   收捨遲聞無上法

19. Kemudian diunjukkannyalah cahaya seri rupanya,
yang memancar universal kepada semua makhluk, bak mentari baru terbit.
Maitreya melihat cahaya tersebut; Śakra serta Brahmā pun
menangkapnya dan menanggalkan kelesuan untuk* mendengar Dharma yang tiada tara.
_________________________
* Bacaan Yüan dan Ming: 叉十希 ‘berañjali dan berharap untuk …’.

四部寂靜專一心  欲得聞法意不亂
尊長迦葉及聖眾  直視覩顏目不眴

20. Keempat golongan semuanya hening, intens memusatkan batin,
ingin dapat mendengar Dharma tanpa kekacauan pikiran.
Sesepuh Kāśyapa dan saṅgha para suci
dengan lugas memandang rupanya tanpa mengedipkan mata.

阿難說經無量  誰能備具為一聚
我今當為作三分  造立十經為一偈

21. Pada saat itu Ānanda berkata: “Dharma yang tak terukur
siapakah yang akan mampu menghafalnya penuh satu kumpulan?
Maka kini akan kubagi jadi tiga bagian;
dan, setiap sepuluh sūtra, akan kubuat sebuah gāthā*.
_________________________
* Merujuk pada uddāna, sebuah syair ringkasan yang merekapitulasi judul-judul sūtra yang telah diuraikan. Dalam teks kita biasanya terdapat di akhir varga karena setiap varga rata-rata berisi sepuluh sūtra.

契經一分律二分  阿毘曇經為三分
過去三佛皆三分  契經律法為三藏

22. “Sūtra bagian yang pertama, Vinaya yang kedua,
Abhidharma merupakan bagian ketiga.
Pembagian tiga seperti ini telah dilakukan tiga Buddha lampau.
Sūtra, Vinaya, dan Abhidharma akan disebut Tiga Piṭaka.

契經今當分四段  先名增一二名
三名曰多瓔珞  雜經在後為四分

23. “Kini Sūtra juga kubagi dalam empat divisi:
pertama bernama Ekottara; kedua bernama Madhyama;
ketiga bernama Dīrgha, yang berisi banyak kalungan perhiasan;
Saṃyukta, yang paling belakang, merupakan divisi keempat.”


Perencanaan Ekottara


尊者阿難作是念  如來法身不敗壞
永存於世不斷絕  天人得聞成道果

24. Bhadanta Ānanda pun merenung demikian:
“Tubuh Dharma Tathāgata tidak terhancurkan,
bersemayam di dunia selamanya tanpa terputus.
Dewa dan manusia yang mendengarnya akan berhasil mendapatkan Jalan dan Buah.

或有一法義亦深  難持難誦不可憶
我今當集此法義  一一相從不失緒

25. “Makna dari sebuah Dharma pun juga dalam,
sukar dipegang, sukar dilafal, tak dapat teringat.
Kini akan kukumpulkan makna dari Dharma ini [dalam Kelompok Satu],
satu-satu saling runtut, tanpa kehilangan mata-rantainya.

亦有二法還就二  三法就三如連珠
四法就四五亦然  五法次六六次七

26. “Ada juga dua Dharma, yang akan kukelompokkan di dalam [Kelompok] Dua;
tiga Dharma di dalam Tiga, laksana merangkai mutiara;
empat Dharma di dalam Empat; Lima pun demikian;
setelah lima Dharma, lalu enam di dalam Enam; dan berikutnya Tujuh.

八法義廣九次第  十法從十至十一
如是法寶終不忘  亦恒處世久存在

27. “Delapan Dharma, yang maknanya luas, disusul oleh Sembilan;
sepuluh Dharma di dalam Sepuluh; hinggalah Sebelas.
Demikianlah Permata Dharma ini selesai tanpa terlupakan,
senantiasa tinggal di dunia dan bertahan lama.”


Ānanda Naik Bersidang
Usul Maitreya


於大眾中集此法  即時阿難昇于座
彌勒稱善快哉說  諸法義合宜配之

28. “Di tengah-tengah persamuhan besar akan kukumpulkan Dharma ini.”
— Pada saat itu pun Ānanda menaiki tempat duduknya.
Maitreya memujinya: “Sādhu! Alangkah menggembirakan pembabaran ini.
Aneka Dharma yang maknanya terkelompokkan baiklah digabungkan.

更有諸法宜分部  世尊所說各各異
菩薩發意趣大乘  如來說此種種別

29. “Namun, ada pula aneka Dharma yang baik dibagi dalam bagian terpisah,
sebab yang disabdakan oleh Bhagavan untuk masing-masing berlainan.
Bagi para bodhisattva yang membangkitkan pikiran menuju Kendaraan Agung,
Tathāgata telah membabarkan macam-macam [Dharma] khusus ini.

人尊說六度無極  布施持戒忍精進
禪智慧力如月初  還度無極觀諸法

30. “Sang Narottama telah membabarkan Enam Kesempurnaan Tak Terhingga:
berderma (dāna), memegang moralitas (śīla), kesabaran (kṣānti), dan semangat (vīrya),
meditasi (dhyāna) serta kebijaksanaan (prajña), yang kekuatannya bak rembulan baru terbit.
Kelompokkanlah dalam aneka Dharma tentang Pengamatan Pāramitā.

諸有勇猛施頭目  身體血肉無所惜
妻妾國財及男女  此名檀度不應棄

31. “Mereka yang gagah berani mengorbankan kepala atau matanya,
tubuh atau anggotanya, darah atau dagingnya, tanpa rasa sayang;
atau istri, selir, wilayah kekuasaan, harta kekayaan, putra atau putrinya.
Inilah yang dinamakan Kesempurnaan Derma, yang jangan dilupakan.

戒度無極如金剛  不毀不犯無漏失
持心護戒如坏瓶  此名戒度不應棄

32. “Kesempurnaan Tak Terhingga moralitas yang bagaikan vajra,
tidak terusakkan, tidak dilanggar, tanpa kebocoran,
ialah memegang batin dan menjaga śīla seumpama cawan atau kendi.
Inilah yang dinamakan Kesempurnaan Moralitas, yang jangan dilupakan.

或有人來截手足  不起瞋恚忍力強
如海含容無增減  此名忍度不應棄

33. “Apabila datang orang yang mengerat tangan atau kaki mereka,
tidak timbul kebencian, melainkan dengan sekuat tenaga menahannya
ibarat lautan yang menampung [segala air] tanpa kelebihan atau kekurangan.
Inilah yang dinamakan Kesempurnaan Kesabaran, yang jangan dilupakan.

諸有造作善惡行  身口意三無厭足
妨人諸行不至道  此名進度不應棄

34. “Mereka yang berbuat aneka kebaikan, [walau] diperlakukan buruk*,
melalui ketiga saluran — jasmani, ucapan, dan pikiran — tanpa jemu-jemu,
[karena menyadari] segala perilaku yang menghambat orang, takkan membawa kepada Jalan.
Inilah yang dinamakan Kesempurnaan Semangat, yang jangan dilupakan.
_________________________
* Bait ini agak kabur. Baris a bisa juga diterjemahkan: ‘mereka yang melakukan aneka praktek, baik maupun buruk’. Juga baris c: ‘[bahkan meskipun] segala praktek tersebut menghambat orang ...’ dst.

諸有坐禪出入息  心意堅固無亂念
正使地動身不傾  此名禪度不應棄

35. “Mereka yang duduk bermeditasi, [memperhatikan] keluar-masuknya nafas,
memperkokoh batin, tanpa buah-pikir terkacaukan;
sungguhpun tergetar bumi ini, namun tubuh tak tergoyahkan.
Inilah yang dinamakan Kesempurnaan Meditasi, yang jangan dilupakan.

以智慧力知塵數  劫數兆載不可稱
書疏業聚意不亂  此名智度不應棄

36. “Dengan kekuatan kebijaksanaan, mengetahui sebanyak butiran debu
kalpa-kalpa yang jumlahnya berjuta-juta, tak dapat tersebutkan;
dan menyuratkan tumpukan karma [yang diperbuat selama itu] dengan pikiran tak terkacaukan.
Inilah yang dinamakan Kesempurnaan Kebijaksanaan, yang jangan dilupakan.

諸法甚深論空理  難明難了不可觀
將來後進懷狐疑  此菩薩德不應棄

37. “Aneka Dharma yang secara mendalam membahas prinsip kekosongan,
sukar diterangkan, sukar dipahami, tak dapat teramati.
Di masa mendatang mereka yang memasukinya akan memendam keraguan.
[Oleh sebab itu,] kebajikan bodhisattva ini pun jangan dilupakan.”


— Ānanda


阿難自陳有是念  菩薩之行愚不信
除諸羅漢信解脫  爾乃有信無猶豫

38. Maka Ānanda menyatakan bahwa hal itu pun direnungkannya juga:
“Praktek bodhisattva takkan diyakini oleh mereka yang bodoh,
kecuali oleh para arhat yang terbebaskan melalui keyakinan (śraddhādhimukta).
Anda adalah pemilik keyakinan, tanpa sangsi lagi.

四部之眾發道意  及諸一切眾生類
彼有牢信不狐疑  集此諸法為一分

39. “Keempat golongan, yang membangkitkan pikiran kepada Jalan (Pencerahan),
serta semua jenis makhluk hidup,
mereka yang teguh keyakinannya, takkan ragu-ragu.
— Akan kukumpulkan aneka Dharma ini dalam satu bagian.”


— Maitreya


彌勒稱善快哉說  發趣大乘意甚廣
或有諸法斷結使  或有諸法成道果

40. Maitreya memujinya: “Sādhu! Alangkah menggembirakan pembabaran ini.
Sungguh luas pikiran yang terbangkitkan menuju Kendaraan Agung.
Ada aneka Dharma untuk memotong segala belenggu*;
ada aneka Dharma untuk mencapai keberhasilan dalam Jalan dan Buah.
_________________________
* Atau haruskah 結 dan 使 diterjemahkan terpisah: ‘belenggu’ (saṃyojana) dan ‘kecondongan batin’ (anuśaya)? Juga pada bait 53b.


— Ānanda


阿難說曰此云何  我見如來演此法
亦有不從如來聞  此法豈非當有疑

41. Ānanda berkata: “Namun, bagaimanakah kini?
Aku pernah melihat sendiri Tathāgata memaparkan Dharma tertentu.
Tetapi, ada pula yang tidak langsung kudengar dari Tathāgata
— bagaimana mungkin Dharma ini takkan menimbulkan keraguan?

設我言見此義非  於將來眾便有虛
今稱諸經聞如是  佛處所在城國土

42. “Jikalau kukatakan bahwa aku melihatnya, padahal sebenarnya tidak,
makhluk-makhluk di masa datang akan menganggapnya omong kosong.
Kini dalam segala sūtra kusebutkan ‘Demikianlah yang telah kudengar’,
serta tanah, negeri, atau kota tempat Buddha berada:

波羅奈國初說法  摩竭國降三迦葉
釋翅 拘薩 迦尸國  瞻波 拘留 毘舍離

43. “Entah di Vārāṇasī sedang membabarkan Dharma pertama kali;
entah di Magadha sedang menaklukkan tiga Kāśyapa [bersaudara];
entah di negeri kaum Śākya, di Kośala, atau di Kāśī,
di Campā, di Kuru, atau di Vaiśālī.

天宮龍宮阿須倫  乾沓和等拘尸
正使不得說經處  當稱原本在舍衛

44. “Tetapi, jikalau di istana dewa, di istana nāga, atau di antara asura,
di antara gandharva atau selama di Kuśinagara,
yang sungguh tak dapat dikatakan lokasi pembabarannya,
maka akan kusebutkan bahwa asalnya berada di Śrāvastī —

吾所從聞一時事  佛在舍衛及弟子
祇洹精舍修善業  孤獨長者所施園

45. “Peristiwa pada suatu ketika tersebut kudengar
dari Buddha, tatkala di Śrāvastī, bersama para siswa,
di hutan tempat Jeta mengembangkan karma baik,
di taman yang didermakan Perumahtangga Anāthapiṇḍada.

Sangha Samaya
Ānanda mengulangi sabda-sabda Buddha.


Isi Ekottara Āgama


時佛在中告比丘  當修一法專一心
思惟一法無放逸  云何一法謂念佛

46. “Saat Buddha berada di tengah-tengah mereka*, sabda-Nya: ‘Para bhikṣu!
Berlatihlah satu Dharma, intenskanlah satu batin.
Pikirkanlah satu Dharma dan jangan lengah.
Apakah satu Dharma itu? Yakni, Perenungan Buddha.
_________________________
* Bait ini dan bait berikutnya membahas Sepuluh Perenungan (daśa anusṃrti) yang merupakan topik dari sepuluh sūtra pertama dalam Kelompok Satu.

法念僧念及戒念  施念去想次天念
息念安般及身念  死念除亂謂十念

47. ‘Perenungan Dharma, Perenungan Saṅgha, dan Perenungan Moralitas (śīla);
Perenungan Kemurahan-hati (tyāga) yang harus digagas, berikutnya Perenungan Dewata;
Perenungan Penghentian (upaśama), Perenungan Ānāpāna, dan Perenungan Tubuh (kāya);
Perenungan Kematian (maraṇa), yang menyingkirkan kekacauan [pikiran], merupakan perenungan kesepuluh.’

此名十念更有十  次後當稱尊弟子
初化拘鄰真佛子  最後小者名須拔

48. “Inilah yang dinamakan Sepuluh Perenungan*, dan ada sepuluh lagi†.
Selanjutnya, disebutkanlah nama-nama siswa yang mulia‡,
mulai dari Kauṇḍinya, Putra Buddha sejati, yang dirubah pertama-tama,
hingga yang paling belakang, yang terkecil, yang bernama Subhadra.
_________________________
* Terdapat dalam varga II, “Sepuluh Perenungan” (十念品).
† Terdapat dalam varga III, “Pemaparan Ekstensif” (廣演品).
‡ Terdapat dalam varga IV, “Para Siswa” (弟子品).

以此方便了一法  二從二法三從三
四五六七八九十  十一之法無不了

49. “Dengan cara ini satu Dharma akan terpahami;
Dua akan mengelompokkan dua Dharma; Tiga mengelompokkan tiga;
Empat, Lima, Enam, Tujuh, Delapan, Sembilan, Sepuluh,
lalu Sebelas — Dharma di dalamnya tiada yang takkan terpahami.

從一增一至諸法  義豐慧廣不可盡
一一契經義亦深  是故名曰增壹含

50. “Dari satu meningkat satu, hingga berbagai Dharma;
kaya akan makna, luas akan kebijaksanaan, tak dapat terakhiri;
arti setiap sūtra satu-satu juga dalam;
oleh sebab itulah, maka dinamakan Ekottara Āgama.

今尋一法難明了  難持難曉不可明
比丘自稱功德業  今當稱之尊弟子

51. “Ia yang menyelidiki, bahkan satu Dharma, yang sukar dipahami,
sukar dipegang, sukar diketahui, tak dapat terterangkan 
bhikṣu demikian menyebut dirinya hanya melakukan perbuatan berkebajikan.
Akan tetapi, kini patutlah kusebut ia siswa Jina yang terbaik.

猶如陶家所造器  隨意所作無狐疑
如是阿含增一法  三乘教化無差別

52. “Laksana bejana yang dibuat tukang tembikar,
yang dibentuk sesuka pikiran tanpa keraguan.
Demikianlah āgama yang berisi Dharma yang meningkat satu [demi satu] ini
— ajaran Ketiga Kendaraan tidak diperbedakan di dalamnya.

佛經微妙極甚深  能除結使如流河
然此增一最在上  能淨三眼除三垢

53. “Sūtra-sūtra Buddha yang halus dan menakjubkan amatlah dalam,
mampu menyingkirkan segala belenggu, seperti aliran sungai.
Sekalipun demikian, Ekottara ini adalah yang tertinggi,
mampu memurnikan tiga mata* dan menyingkirkan tiga noda†.
_________________________
* Edisi-edisi terbitan Cina memberikan bacaan: 二眼 ‘dua mata’. Lihat catatan bait 12.
† Nafsu, kebencian, dan kebodohan.

         其有專心持增一  便為總持如來藏
         正使今身不盡結  後生便得高才智

   54. “Barangsiapa yang dengan batin yang intens
   memegang Ekottara,
   samalah dengan memegang seutuh Tathāgata-piṭaka.
   Jikalau sungguh-sungguh tidak dalam tubuh ini juga
   ia mengakhiri segala belenggu,
   dalam kelahiran berikut tentulah ia akan mendapatkan
   bakat dan pengetahuan yang tinggi.

Ekottara Agama pecha若有書寫經卷者  繒綵花蓋持供養
此福無量不可計  以此法寶難遇故

55. “Barangsiapa yang menulis dan menyalin sūtra ini,
lalu memegang dan memujanya, dengan kain sutra warna-warni, bunga-bunga, dan kanopi,
maka jasa-jasa tersebut akan tak terukur, tak dapat terperkirakan
sebab sukarlah Permata Dharma ini dijumpai.”


Sanjungan Para Dewa dan Maitreya


說此語時地大動  雨天香華至于膝
諸天在空歎善哉  上尊所說盡順義

56. Pada saat perkataan ini selesai diucapkan, bumi pun tergetar hebat.
Dari langit turunlah hujan bebungaan dan dedupaan, [menutupi tanah] hingga setinggi lutut.
Para dewa di angkasa memuji: “Sādhu!
Apa yang disabdakan Jina yang Tertinggi, seluruhnya sesuai dengan sebenarnya.”

契經一藏律二藏  阿毘曇經為三藏
方等大乘義玄邃  及諸契經為雜藏

57. Sūtra adalah piṭaka pertama, Vinaya adalah piṭaka kedua,
Abhidharma merupakan piṭaka ketiga.
Teks-teks vaipulya Kendaraan Agung, yang maknanya mendalam penuh misteri,
serta aneka teks lainnya, dikelompokkan dalam Kṣudraka Piṭaka.

安處佛語終不異  因緣本末皆隨順
彌勒諸天皆稱善  釋迦文經得久存

58. Selesailah penempatan sabda-sabda Buddha tanpa perubahan.
Ujung-pangkal sebab-musababnya telah sangat sesuai semuanya.
Maitreya dan para dewa semua memuji: “Sādhu!
Sūtra-sūtra Śākyamuni dapatlah lama bertahan.”

彌勒尋起手執華  歡喜持用散阿難
此經真實如來說  使阿難尋道果成

59. Maitreya pun mencari bunga dan mengangkat tangannya.
Dengan gembira dipegangnya, lalu ditaburkannya pada Ānanda.
“Sūtra ini benar-benar dibabarkan Tathāgata!
supaya dalam pencariannya Ānanda berhasil mencapai Jalan dan Buah.”



Selanjutnya bagian prosa ⇨