Translate

Tampilkan postingan dengan label sila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sila. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Mei 2014

Sutra tentang Keharuman yang Melawan dan Mengikuti [Arah Angin]

Sūtra kita kali ini merupakan salah satu dari beragam versi Gandha Sutta (AN III.8: 9) yang diterjemahkan ke bahasa Cina. Ada empat versi lain yang dapat dijumpai dalam Tripiṭaka Tionghoa:
  • satu pada Saṃyukta Āgama 《雜阿含經》 (T. № 99 jilid 38, sūtra ke-1073);
  • satu pada terjemahan lain Saṃyukta Āgama 《別譯雜阿含經》 (T. № 100, sūtra ke-12 pada pembacaan pertama);
  • serta dua terjemahan independen:
Fo-shuo chieh-tê-hsiang ching 《佛說戒德香經》 (T. № 116), dan
Fo-shuo chieh-hsiang ching 《佛說戒香經》 (T. № 117).

Berbeda dengan semua versi lainnya, versi Ekottara Āgama menambahkan dua keharuman selain moralitas (śīla) yang juga melawan sekaligus mengikuti arah angin: mendengarkan ajaran Dharma (śruta) dan berderma (dāna). Pertanyaan Ānanda kepada Buddha diulang hingga tiga kali di sini, dan tiga keharuman duniawi (yang berasal dari akar-akaran, pokok kayu, dan bebungaan) tidak disebut-sebut sebagai pembanding, baik pada prosa maupun gāthā ulangannya. Maka pada bagian gāthā (untuk śīla) hanya ada tiga bait, yakni tanpa bait pertama versi-versi lain (Gandha Sutta Pāli, sebaliknya, hanya memuat bait pertama tersebut tanpa tambahan lain); sedangkan bait kedua diulang dua kali lagi — dengan perubahan kecil — untuk śruta dan dāna. Lima langkah latihan, yang menjadikan moralitas seseorang terpuji ke seluruh penjuru, juga tidak diterangkan di sini.

(Untuk gāthā-gāthā yang terkenal dari sūtra ini, bandingkan dengan posting sebelumnya dari Dharmapada.)


Ven. Mengcan



《逆順香經》



聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,尊者阿難在閑靜處,便生此念:「世間頗有此香,亦逆風香、亦順風香、亦逆順風香乎?」
Pada saat itu Bhadanta Ānanda berada di tempat yang sunyi, dan pemikiran ini timbul padanya: “Di dunia sungguhkah ada keharuman yang demikian: keharuman yang melawan arah angin (prativāta gandha), keharuman yang mengikuti arah angin (anuvāta gandha), dan keharuman yang melawan sekaligus mengikuti arah angin (anuvāta-prativāta gandha)?”



爾時,尊者阿難便從座起,往詣世尊所,頭面禮足,在一面坐。
Pada saat itu bangkitlah Bhadanta Ānanda dari tempat duduknya, lalu pergi menuju ke tempat Bhagavan, bernamaskāra di bawah kaki Beliau, dan duduk di satu sisi.

爾時,尊者阿難白世尊曰:「我於閑靜之處,便生此念:『世間頗有此香,亦逆風香、亦順風香、亦逆順風香乎?』」
Pada saat itu berkatalah Bhadanta Ānanda kepada Bhagavan: “Sewaktu saya di tempat yang sunyi, pemikiran ini timbul pada saya: ‘Di dunia sungguhkah ada keharuman yang demikian: keharuman yang melawan arah angin, keharuman yang mengikuti arah angin, dan keharuman yang melawan sekaligus mengikuti arah angin?’ ”



爾時,世尊告阿難曰:「有此妙香,亦逆風香、亦順風香、亦逆順風香。」
Pada saat itu Bhagavan bersabda kepada Ānanda: “Terdapatlah keharuman luhur yang demikian: keharuman yang melawan arah angin, keharuman yang mengikuti arah angin, dan keharuman yang melawan sekaligus mengikuti arah angin.”



是時,阿難白世尊曰:「此何者香,亦逆風香、亦順風香、亦逆順風香?」
Maka berkatalah Ānanda kepada Bhagavan: “Keharuman apakah itu yang merupakan keharuman yang melawan arah angin, keharuman yang mengikuti arah angin, dan keharuman yang melawan sekaligus mengikuti arah angin?”



世尊告曰:「有此之香。然此香氣力,亦逆風香、亦順風香、亦逆順風香。」
Bhagavan bersabda: “Terdapatlah keharuman yang demikian, dan sesungguhnya kekuatan keharuman tersebut menjadikannya keharuman yang melawan arah angin, keharuman yang mengikuti arah angin, dan keharuman yang melawan sekaligus mengikuti arah angin.”



阿難白佛言:「此何等香,亦逆風香、亦順風香、亦逆順風香?」
Ānanda berkata kepada Bhagavan: “Keharuman apakah itu yang merupakan keharuman yang melawan arah angin, keharuman yang mengikuti arah angin, dan keharuman yang melawan sekaligus mengikuti arah angin?”



世尊告曰:「此三種香,亦逆風香、亦順風香、亦逆順風香。」
Bhagavan bersabda: “Ini adalah tiga jenis keharuman yang merupakan keharuman yang melawan arah angin, keharuman yang mengikuti arah angin, dan keharuman yang melawan sekaligus mengikuti arah angin.”



阿難言:「何等為三?」
Ānanda berkata: “Apakah ketiganya itu?”



Ekottara Agama dhoop incense 世尊告曰:「戒香、聞香、施香。是謂!阿難。有此香種。
Bhagavan bersabda: “Keharuman moralitas (śīlagandha), keharuman mendengar [ajaran Dharma] (śrutagandha), dan keharuman berderma (dānagandha). Inilah, Ānanda, jenis-jenis keharuman yang ada.

然復!此逆風香、亦順風香、亦逆順風香,諸世間所有之香,此三種香最勝、最上、無與等者、無能及者。
Selain itu, keharuman yang melawan arah angin, keharuman yang mengikuti arah angin, dan keharuman yang melawan sekaligus mengikuti arah angin — ketiga jenis keharuman ini merupakan yang terunggul, yang tertinggi, yang tiada taranya, yang tiada bandingnya di antara segala keharuman yang ada di seluruh dunia.

猶如由牛有酪,由酪有酥,由酥有醍醐。然此醍醐最勝、最上、無與等者、亦不能及。
Seumpama dari lembu diperoleh dadih; dari dadih diperoleh mentega; dari mentega diperoleh minyak samin. Maka di antara semuanya, minyak saminlah yang terunggul, yang tertinggi, yang tiada taranya, yang tiada bandingnya.

此亦如是。諸所有世間諸香,此三種者最勝、最上、無能及者。」
Demikian pula hal ini: di antara segala keharuman yang ada di seluruh dunia, ketiga jenis keharuman ini merupakan yang terunggul, yang tertinggi, yang tiada bandingnya.”



爾時,世尊便說此偈:
Pada saat itu Bhagavan mengucapkan gāthā berikut:

「木蜜及栴檀  優缽及諸香
 此諸種種香  戒香最為勝
 此戒以成就  無欲無所染
 等智而解脫  逝處魔不知
 此香雖為妙  及諸檀蜜香
 戒香之為妙  十方悉聞之

“Bunga tagara dan kayu cendana,
utpala (teratai biru) dan aneka wewangian
— di antara berbagai jenis keharuman ini,
keharuman moralitaslah yang terunggul.

Dengan moralitas yang sempurna,
tanpa nafsu dan tanpa noda,
seseorang akan terbebaskan melalui Pengetahuan Benar,
dan Māra takkan mengetahui tempat ke mana ia pergi.

[Tidaklah seberapa] keharuman yang disebut luhur,
meskipun sewangi bunga tagara dan kayu cendana.
Tetapi, luhurnya keharuman moralitas
akan tercium sampai ke sepuluh penjuru.

Ekottara Agama

「栴檀雖有香  優缽及餘香
 此諸眾香中  聞香最第一

“Meskipun terdapat keharuman pada kayu cendana,
utpala (teratai biru), dan aneka wewangian,
di antara berbagai jenis keharuman ini,
keharuman mendengar [ajaran Dharma]-lah yang terunggul.

「栴檀雖有香  優缽及餘香
 此諸眾香中  施香最第一」

“Meskipun terdapat keharuman pada kayu cendana,
utpala (teratai biru), dan aneka wewangian,
di antara berbagai jenis keharuman ini,
keharuman berdermalah yang terunggul.



「是謂!此三種香,亦逆風香、亦順風香、亦逆順風香。
“Inilah ketiga jenis keharuman yang merupakan keharuman yang melawan arah angin, keharuman yang mengikuti arah angin, dan keharuman yang melawan sekaligus mengikuti arah angin.

是故!阿難。當求方便,成此三香。
Oleh sebab itu, Ānanda, berupayalah untuk menyempurnakan ketiga keharuman ini.



「如是!阿難。當作是學。」
“Demikianlah, Ānanda, yang harus engkau pelajari!”



爾時,阿難聞佛所說,歡喜奉行。
Pada saat Ānanda mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira ia melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Tiga.
Sūtra ke-5 dari varga XXIII, “Raja Diśāṃpati” (地主品).
Padanan Pāli: AN III.8: 9 (Gandha[jāta] Sutta).

Senin, 19 Agustus 2013

Ritual posadha yang mula-mula

Sūtra yang tidak ada padanan persisnya dalam kanon Pāli ini memiliki kemiripan dengan setengah bagian awal Uposatha Sutta (AN VIII.2: 10), di mana Buddha menolak membacakan prātimokṣa karena mulai terdapat bhikṣu-bhikṣu yang tidak murni di dalam saṅgha. Di sini nama-nama mereka disebutkan: Aśvaka dan Punarvasu — kedua pemimpin utama dari kelompok enam bhikṣu (ṣaḍvargika) pelanggar vinaya.

Namun, berbeda dengan versi Pāli, yang mengibaratkan keunggulan dari Dharma-Vinaya dengan mahāsamudra yang disenangi para asura, bagian akhir sūtra ini menceritakan tentang upacara poṣadha dalam bentuk paling awal, di mana enam Buddha sebelum Śākyamuni dan Beliau sendiri membacakan prātimokṣa hanya dalam bentuk nasihat-nasihat (avavāda). Urutan gāthā-gātha nasihat ketujuh Buddha yang terdapat di sini sangat bersesuaian dengan yang terdapat dalam Dharmaguptaka Prātimokṣasūtra (T. № 1429 & 1430). Di samping itu, di sini disebutkan 250 śīla yang ditetapkan Buddha. Hanya prātimokṣasūtra kaum Dharmaguptakalah yang jumlah bhikṣu-śīlanya 250. Walau demikian, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menentukan afiliasi mazhab dari teks Ekottara Āgama ini.

(Untuk perbandingan terjemahan avavāda-prātimokṣa dalam sūtra ini dengan Dharmaguptaka Prātimokṣasūtra, lihat di sini.)

Ekottara Agama seven Buddhas






聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在舍衛國,祇樹給孤獨園。
Pada suatu ketika Buddha berada di Śrāvastī, di Hutan Jeta di Taman Anāthapiṇḍada.



爾時,世尊十五日說戒時,將諸比丘,前後圍遶,往詣普會講堂。
Pada saat itu, tatkala hari kelimabelas, yang merupakan waktu pembacaan prātimokṣa, Bhagavan menuju ke aula ceramah umum, dengan dikelilingi oleh para bhikṣu di depan dan belakang-Nya.

爾時,世尊默然觀察,諸聖眾寂寞不語。
Pada saat itu Bhagavan berdiam diri dan memperhatikan; saṅgha para suci pun senyap tanpa berkata-kata.



是時,阿難白佛言:「今日聖眾盡集講堂。唯然!世尊。當與諸比丘說禁戒。」
Lalu berkatalah Ānanda kepada Buddha: “Hari ini saṅgha para suci berhimpun di aula ceramah. Berkenanlah kiranya, ya Bhagavan, membacakan prātimokṣa demi para bhikṣu.”

爾時,世尊亦復默然不語。
Maka Bhagavan kembali berdiam tanpa berkata-kata.



是時,阿難須臾復白佛言:「今正是時,宜說禁戒。初夜欲盡。」
Sejenak kemudian berkatalah kembali Ānanda kepada Buddha: “Sekaranglah saat yang tepat; bacakanlah prātimokṣa sebab waktu jaga pertama hampir berlalu.”

爾時,世尊復默不語。
Maka Bhagavan kembali berdiam tanpa berkata-kata.



爾時,阿難須臾復白佛言:「中夜欲竟,眾僧勞頓。唯願!世尊。以時說戒。」
Sejenak kemudian berkatalah kembali Ānanda kepada Buddha: “Waktu jaga pertengahan hampir selesai, dan saṅgha pun tampak lelah. Berkenanlah kiranya, ya Bhagavan, membacakan prātimokṣa segera.”

爾時,世尊復默然不語。
Maka Bhagavan kembali berdiam tanpa berkata-kata.



是時,阿難須臾復白佛言:「後夜欲盡。唯願!世尊。以時說戒。」
Sejenak kemudian berkatalah kembali Ānanda kepada Buddha: “Waktu jaga terakhir hampir selesai. Berkenanlah kiranya, ya Bhagavan, membacakan prātimokṣa segera¹.”



佛告阿難:「眾中不淨者,故不說戒。
Buddha pun bersabda kepada Ānanda: “Persamuhan ini tidak murni, oleh sebab itulah Aku tidak membacakan prātimokṣa.

今聽上座,使說禁戒。
Mulai sekarang Kuizinkan para senior (sthavira) untuk membacakan prātimokṣa.

若僧上座不堪任說戒者,聽持律說禁戒。
Apabila di antara saṅgha tidak terdapat senior yang mampu membacakan prātimokṣa, Kuizinkan seorang pemegang vinaya untuk membacakan prātimokṣa.

若無持律者,其能誦戒通利者,當唱之使說戒。
Apabila tiada pemegang vinaya, maka siapa pun yang dapat membacakan prātimokṣa dengan fasih hendaknya dimohon untuk membacakan prātimokṣa.

自今以後,如來更不說戒。眾中不淨,如來於中說戒,彼人頭破為七分,如彼酬羅果無異!」
Sejak saat ini Tathāgata tidak akan lagi membacakan prātimokṣa. Sebab jikalau di dalam persamuhan yang tidak murni Tathāgata membacakan prātimokṣa, maka pecahlah kepala orang tersebut menjadi tujuh bagian, bagaikan buah ch’ou-lo² layaknya.”



是時,阿難悲泣交集,並作是說:「聖眾今日便為孤窮!如來正法,去何速駛?不淨之人,出何速疾?」
Maka Ānanda pun meratapi himpunan itu seraya berkata: “Oh, sebatang karalah saṅgha para suci pada hari ini! Mengapakah Ajaran Benar dari Tathāgata berlalu demikian segeranya? Mengapakah orang yang tidak murni muncul demikian cepatnya?”



是時,大目揵連便作是念:「此眾中何等毀法之人,在此眾中,乃令如來不說禁戒?」
Kemudian pikiran berikut timbul pada Mahā Maudgalyāyana: “Perusak Dharma macam manakah yang ada dalam persamuhan ini sehingga Tathāgata tidak berkenan membacakan prātimokṣa?”



是時,大目揵連入三昧定,遍觀聖眾心中瑕穢。
Maka Mahā Maudgalyāyana pun memasuki samādhi, mengamati kalau-kalau terdapat kekotoran dalam batin saṅgha para suci.

爾時,目連見馬師滿宿二比丘,在眾會中。
Pada saat itu tertampaklah olehnya dua orang bhikṣu, Aśvaka dan Punarvasu, berada dalam persamuhan tersebut.



是時,目連即從座起,至彼比丘所,而告之曰:「汝等速起,離此座中!如來見譏。由卿等故,如來不說禁戒。」
Lalu bangkitlah Maudgalyāyana dari tempat duduknya dan menghampiri kedua bhikṣu tersebut sambil berkata: “Lekaslah kalian bangun dan tinggalkan tempat duduk ini! Tathāgata telah memindai kalian. Karena kalianlah maka Tathāgata tidak berkenan membacakan prātimokṣa.”

爾時,二比丘默然不語。
Pada saat itu kedua bhikṣu tersebut terdiam tanpa berkata-kata.



是時,目連復再三告曰:「汝等速起,不須住此!」
Maudgalyāyana kembali memberitahu mereka hingga tiga kali: “Lekaslah kalian bangun dan jangan tinggal di sini!”

是時,彼比丘默然不對。
Bhikṣu-bhikṣu tersebut berdiam dan tidak menjawab.



是時,目連即前捉手,將至門外。還取門閉,前白佛言:「不淨比丘已將在外。唯然!世尊。時說禁戒。」
Maka Maudgalyāyana pun menangkap tangan mereka dan menghela mereka ke luar. Kemudian ia kembali, mengunci pintu, dan berkata kepada Buddha: “Bhikṣu-bhikṣu yang tidak murni telah dikeluarkan. Berkenanlah kiranya, ya Bhagavan, membacakan prātimokṣa dengan seketika!”



佛告目連:「止!止!目連。如來更不與比丘說戒,如來所說言不有二。還詣座所。」
Buddha pun bersabda kepada Maudgalyāyana: “Cukup, cukup, Maudgalyāyana! Tathāgata tidak akan lagi membacakan prātimokṣa untuk para bhikṣu. Ucapan Tathāgata takkan mendua. Kembalilah engkau ke tempat dudukmu.”



是時,目連復白佛言:「今此眾中已生瑕穢,我不堪任行維那法。唯願!世尊。更差餘人。」
Maudgalyāyana berkata lagi kepada Buddha: “Kini kekotoran telah muncul dalam persamuhan ini; saya tidak sanggup lagi menjalankan tugas sebagai pengawas (karmadāna). Berkenanlah kiranya, ya Bhagavan, menunjuk orang lain!”

爾時,世尊默然可之。
Pada saat itu Bhagavan berdiam dan meluluskan permohonannya.

是時,目連頭面禮世尊足,還就本座。
Maka bernamaskāralah Maudgalyāyana di bawah kaki Bhagavan dan kembali ke tempat duduknya.



是時,阿難白世尊言:「毘婆尸如來出現世時,聖眾多少?為經幾時,乃生瑕穢?乃至迦葉如來,弟子多少?云何說戒?」
Maka bertanyalah Ānanda kepada Bhagavan: “Tatkala Tathāgata Vipaśyin muncul di dunia, berapakah Persamuhan Suci yang diadakan? Setelah berapa lamakah baru muncul kekotoran [di dalam saṅgha]? Seterusnya hingga Tathagāta Kāśyapa, berapakah jumlah siswa-siswa Mereka? dan bagaimanakah Mereka membacakan prātimokṣa?”



佛告阿難:「九十一劫,有佛出世,名毘婆尸如來·至真·等正覺,出現世間。爾時,三會聖眾。
Buddha bersabda kepada Ānanda: “Sembilan puluh satu kalpa yang lalu adalah Buddha yang bernama Vipaśyin, seorang Tathāgata, Arhat, Samyaksaṃbuddha, yang muncul di dunia. Ketika itu diadakan tiga Persamuhan Suci.

初一會時,比丘有百十六萬八千聖眾。
Dalam Persamuhan pertama hadirlah saṅgha para suci, yang terdiri atas 1.168.000 bhikṣu.

第二會時,十六萬聖眾。
Dalam Persamuhan kedua hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 160.000.

第三會時,十萬聖眾,皆是阿羅漢。
Dalam Persamuhan ketiga hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 100.000. Semua bhikṣu tersebut adalah arhat.

彼佛壽八萬四千歲。百歲之中,聖眾清淨。彼佛恒以一偈為禁戒:
Buddha Vipaśyin memiliki usia hingga 84.000 tahun. Selama 100 tahun saṅgha Beliau murni, dan Beliau senantiasa mengucapkan sebait gāthā sebagai prātimokṣa:

『忍辱為第一  佛說無為最
 不以剃鬚髮  害他為沙門』

‘Kesabaran adalah yang terutama.
Buddha bersabda: yang tak berkondisilah yang tertinggi.
Ia, yang mencukur rambut dan jenggotnya, bukanlah
seorang śramaṇa jika masih mencelakai makhluk lain.’

是時,彼佛以此一偈,百歲之中,而為禁戒。已生瑕穢,便立禁戒。
Pada saat itu Beliau hanya mengucapkan sebait gāthā ini selama 100 tahun sebagai prātimokṣa. Dan setelah muculnya kekotoran [di dalam saṅgha], barulah Beliau mulai menetapkan śīla-śīla.

Ekottara Agama Vipasyin Vipassi



「復於三十一劫中,有佛名試詰如來·至真·等正覺,出現於世。爾時,亦復三會聖眾。
“Selanjutnya, tiga puluh satu kalpa yang lalu adalah Buddha bernama Śikhin, seorang Tathāgata, Arhat, Samyaksaṃbuddha, yang muncul di dunia. Pada saat itu tiga Persamuhan Suci diadakan.

初一會時,有十六萬聖眾。
Dalam Persamuhan pertama hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 160.000.

第二會時,十四萬聖眾。
Dalam Persamuhan kedua hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 140.000.

第三會時,十萬聖眾。
Dalam Persamuhan ketiga hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 100.000.

彼佛爾時,八十年中,清淨無瑕穢。亦說一偈:
Pada masa Beliau [saṅgha] murni tanpa kekotoran selama 80 tahun, dan Beliau pun mengucapkan sebait gāthā:

『若眼見非邪  慧者護不著
 
棄捐於眾惡  在世為黠慧』

‘Bagaikan orang yang memiliki mata mencari jalan agar tak tersesat,
demikian pula orang bijak berjaga dan tidak melekat.
Dengan meninggalkan berbagai bentuk kejahatan,
seseorang akan menjadi yang paling bijaksana di dunia.’

爾時,彼佛八十年中說此一偈。後有瑕穢,便立禁戒。
Pada saat itu Beliau hanya mengucapkan sebait gāthā ini selama 80 tahun. Setelah munculnya kekotoran [di dalam saṅgha], barulah Beliau mulai menetapkan śīla-śīla.

爾時,試詰佛壽七萬歲。
Adapun Buddha Śikhin memiliki usia hingga 70.000 tahun.

Ekottara Agama Sikhin Sikhi



「於彼劫中,復有佛出現世間,名曰毘舍羅婆,亦三會聖眾。
“Selanjutnya, masih dalam kalpa yang sama, muncullah di dunia ini seorang Buddha yang bernama Viśvabhu. Tiga Persamuhan Suci juga diadakan.

初會之時,十萬聖眾,盡是羅漢。
Dalam Persamuhan pertama hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 100.000, dan semuanya merupakan arhat.

第二會時,八萬羅漢。
Dalam Persamuhan kedua hadirlah 80.000 arhat.

第三會時,七萬羅漢,諸漏已盡。
Dalam Persamuhan ketiga hadirlah 70.000 arhat yang telah mengakhiri segala kebocoran batin (kṣīṇāsrava).

毘舍羅婆如來,七十年中,無瑕穢。爾時,復以一偈為禁戒:
Pada masa Tathāgata Viśvabhu, selama 70 tahun tiada kekotoran [di dalam saṅgha]. Pada saat itu Beliau mengucapkan sebait gāthā sebagai prātimokṣa:

『不害亦不非  奉行於大戒
 於食知止足  床座亦復然
 執志為專一  是則諸佛教』

‘Tidak mencelakai, tidak menghina,
menjunjung segala aturan [sesuai prātimokṣa],
mengetahui batas dalam hal makan,
demikian pula dalam hal tempat tinggal,
memusatkan batin untuk meraih yang tertinggi
— inilah ajaran para Buddha.’

七十年中,以此一偈為禁戒。後有瑕穢,便立禁戒。
Selama 70 tahun hanya sebait gāthā inilah yang menjadi prātimokṣa. Setelah muculnya kekotoran [di dalam saṅgha], barulah Beliau mulai menetapkan śīla-śīla.

毘舍羅婆如來壽七萬歲。
Tathāgata Viśvabhu berusia hingga 70.000 tahun.

Ekottara Agama Visvabhu Vessabhu



「於此賢劫中,有佛出世,名曰拘樓孫如來,出現世間。爾時,二會聖眾。
Kemudian, dalam Bhadra Kalpa kini, adalah seorang Buddha bernama Krakucchanda yang muncul di dunia. Pada saat itu dua Persamuhan Suci diadakan.

初會之時,七萬聖眾,皆是阿羅漢。
Dalam Persamuhan pertama hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 70.000, dan semuanya merupakan arhat.

第二會時,六萬阿羅漢。
Dalam Persamuhan kedua hadirlah 60.000 arhat.

彼佛爾時,六十年中,無有瑕穢。彼佛爾時,以二偈以為禁戒:
Pada masa Beliau, selama 60 tahun tiada kekotoran [di dalam saṅgha]. Ketika itu pun Beliau mengucapkan dua bait gāthā sebagai prātimokṣa:

『譬如蜂採華  其色甚香潔
 以味惠施他  道士遊聚落
 不誹謗於人  亦不觀是非
 但自觀身行  諦觀正不正』

‘Bagaikan bunga yang dihinggapi lebah
tetap bersih baik warna maupun baunya,
hanya rasa (madunya) saja yang ia berikan.
Demikianlah desa yang disinggahi seorang Muni.

Janganlah memfitnah orang lain;
jangan pula memperhatikan kebenaran atau kesalahannya.
Tetapi, perhatikanlah apa yang dikerjakan diri sendiri:
apakah sudah tepat atau belum?’

六十年中說此二偈,以為禁戒。自此以來,以有瑕穢,便立禁戒。
Selama 60 tahun Beliau mengucapkan dua bait gāthā ini sebagai prātimokṣa. Sejak saat itu, kemudian muncullah kekotoran [di dalam saṅgha] sehingga Beliau mulai menetapkan śīla-śīla.

彼佛壽六萬歲。
Adapun Beliau memiliki usia hingga 60.000 tahun.

Ekottara Agama Kakusandha Krakucchanda



「於此賢劫中,有佛出世,名曰拘那含牟尼如來·至真·等正覺。爾時,二會聖眾。
“Selanjutnya, masih dalam Bhadra Kalpa ini juga, muncullah di dunia ini Buddha yang bernama Kanakamuni, seorang Tathāgata, Arhat, Samyaksaṃbuddha. Pada saat itu dua Persamuhan Suci diadakan.

初會之時,六十萬聖眾,皆是阿羅漢。
Dalam Persamuhan pertama hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 600.000, dan semuanya merupakan arhat.

第二會時,四十萬聖眾,皆是阿羅漢。
Dalam Persamuhan kedua hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 400.000³, dan semuanya merupakan arhat.

爾時,彼佛四十年中,無有瑕穢,以一偈為禁戒:
Pada saat itu, selama 40 tahun tiada kekotoran [di dalam saṅgha], dan Beliau pun mengucapkan sebait gāthā sebagai prātimokṣa:

『執志莫輕戲   當學尊寂道
 賢者無愁憂   常滅志所念』

‘Pusatkan batin dan jangan lengah,
pelajarilah Jalan para Muni —
maka engkau akan bebas dari kekhawatiran,
yakni keadaan batin yang tenang senantiasa dalam setiap momen.’

四十年中說此一偈,以為禁戒。自此以來,便有瑕穢,更立禁戒。
Selama 40 tahun Beliau mengucapkan sebait gāthā ini sebagai prātimokṣa. Sejak saat itu, kemudian muncullah kekotoran [di dalam saṅgha] sehingga Beliau mulai menetapkan śīla-śīla.

彼佛壽四萬歲。
Adapun Beliau memiliki usia hingga 40.000 tahun.

Ekottara Agama Kanakamuni Konagamana



「於此賢劫有佛,名為迦葉,出現世間。爾時,彼佛亦二會聖眾。
“Selanjutnya, masih dalam Bhadra Kalpa ini juga, adalah seorang Buddha bernama Kāśyapa yang muncul di dunia. Pada masa Beliau juga diadakan dua Persamuhan Suci.

初會之時,四十萬眾。
Dalam Persamuhan pertama hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 400.000.

第二會時,三十萬眾,皆是阿羅漢。
Dalam Persamuhan pertama hadirlah saṅgha para suci yang berjumlah 300.000, dan semuanya merupakan arhat.

二十年中,無有瑕穢,恒以一偈,以為禁戒:
Selama 20 tahun tiada kekotoran [di dalam saṅgha], dan Beliau pun senantiasa mengucapkan sebait gāthā sebagai prātimokṣa:

『一切惡莫作  當奉行其善
 自淨其志意  是則諸佛教』

‘Janganlah berbuat jahat,
laksanakanlah kebaikan,
murnikanlah batinmu sendiri
— inilah ajaran para Buddha.’

二十年中說此一偈,以為禁戒。犯禁之後,便立制限。
Selama 20 tahun Beliau mengucapkan sebait gāthā ini sebagai prātimokṣa. Setelah munculnya pelanggaran, barulah Beliau mulai menetapkan śīla-śīla.

爾時,迦葉佛壽二萬歲。
Adapun Buddha Kāśyapa berusia hingga 20.000 tahun.

Ekottara Agama Kasyapa Kassapa



「我今如來,出現於世。一會聖眾,千二百五十人。十二年中,無有瑕穢,亦以一偈為禁戒:
“Kini Aku, sang Tathāgata, muncul di dunia, dan terdapat satu Persamuhan para suci yang dihadiri oleh 1.250 orang. Selama 12 tahun tiada kekotoran [di dalam saṅgha], dan Aku pun mengucapkan sebait gāthā sebagai prātimokṣa:

『護口意清淨  身行亦清淨
 淨此三行跡  修行仙人道』

‘Hendaknya seseorang menjaga kemurnian ucapan dan pikirannya;
demikian pula kemurnian perbuatan jasmaninya.
Dengan memurnikan ketiga jalur perbuatan ini,
seseorang telah mempraktekkan Jalan para Ṛṣi.’

十二年中說此一偈,以為禁戒。以生犯律之人,轉有二百五十戒。
Selama 12 tahun Aku mengucapkan sebait gāthā ini sebagai prātimokṣa. Setelah munculnya orang yang melakukan pelanggaran vinaya, maka mulailah ada 250 śīla.

Ekottara Agama Sakyamuni Gotama Gautama



「自今以後,眾僧集會,啟白如律:
“Mulai saat ini, setelah saṅgha berhimpun, [pembaca prātimokṣa] hendaknya berseru sesuai vinaya:

『諸賢。咸聽!今十五日說戒。今僧忍者,眾僧和合,說禁戒。』
‘Para Bhadanta, kiranya semua mendengar! Kini ialah poṣadha hari kelimabelas. Jika saṅgha berkenan, maka aku akan membacakan prātimokṣa bagi saṅgha yang kini berhimpun.’

以啟此已,設有比丘有所說者,不應說戒,各共默然。若無語者,應為說戒。
Setelah berseru demikian, apabila terdapat bhikṣu yang ingin mengatakan sesuatu, maka janganlah membacakan prātimokṣa, dan masing-masing hendaknya berdiam. Apabila tiada yang ingin mengatakan sesuatu, maka bacakanlah prātimokṣa.

乃至說戒序後,復當問:
Seterusnya hingga pendahuluan (nidāna) prātimokṣa selesai diucapkan, tanyakanlah:

『諸賢。誰不清淨?』
‘Para Bhadanta, siapakah yang tidak murni?’

如是再三:『誰不清淨?』清淨者,默然持之。
Demikian tanyakanlah hingga tiga kali: ‘Siapakah yang tidak murni?’ Apabila semuanya murni, diam dan peganglah hal itu.

然今人壽命極短,盡壽不過百年。是故!阿難。善受持之。」
Walau demikian, usia manusia kini amatlah pendek, paling-paling tidak melampaui 100 tahun. Oleh sebab itu, Ānanda, terima dan pertahankanlah ini baik-baik!”



爾時,阿難白世尊言:「過去久遠,諸佛世尊壽命極長。犯律者少,無有瑕穢。然今人民壽命為極短少,不過十十。過去諸佛滅度之後,有遺法住世,為經幾時?」
Pada saat itu Ānanda berkata kepada Buddha: “Jauh di masa lampau, usia para Buddha-Bhagavan amatlah panjang. Yang melanggar vinaya sedikit, dan tiada kekotoran. Sebaliknya, usia manusia kini amat pendek, tidak melampaui 100 tahun. Setelah para Buddha di masa lampau parinirvāṇa, berapa lamakah Dharma yang Mereka wariskan bertahan di dunia?”



佛告阿難:「過去諸佛,滅度之後,法不久存。」
Buddha bersabda kepada Ānanda: “Setelah para Buddha di masa lampau parinirvāṇa, ajaran Mereka tidak bertahan lama.”



阿難白佛言:「設如來滅度之後,正法存世,當經幾時?」
Ānanda berkata kepada Buddha: “Setelah Tathāgata parinirvāṇa, berapa lamakah Saddharma akan bertahan di dunia?”



佛告阿難曰:「我滅度之後,法當久存。迦葉佛滅度後,遺法住七日中。
Buddha bersabda kepada Ānanda: “Setelah Aku parinirvāṇa, Dharma akan bertahan lama. Setelah Tathāgata Kāśyapa parinirvāṇa, Dharma yang diwariskan-Nya hanya bertahan 7 hari.

汝今,阿難,如來弟子為少乎?莫作是觀!東方弟子無數億千,南方弟子無數億千。
Dan kini, Ānanda, sedikitkah jumlah siswa-siswa Tathāgata? Janganlah memandang demikian! Di sebelah timur terdapat siswa-siswa-Ku yang jumlahnya ribuan koṭi tak terhitung; di sebelah selatan juga terdapat siswa-siswa-Ku yang jumlahnya ribuan koṭi tak terhitung.

是故!阿難。當建此意:『我釋迦文佛壽命極長。』所以然者?肉身雖取滅度,法身存在。此是其義,當念奉行!」
Oleh sebab itulah, Ānanda, bangunlah pemahaman demikian: ‘Usia Buddha kita, Śākyamuni, amatlah panjang.’ Mengapakah demikian? Sebab meskipun tubuh fisik-Ku telah tiada, namun tubuh Dharma-Ku senantiasa bertahan. Ingatlah dan renungkanlah selalu pemahaman ini!”



爾時,阿難及諸比丘,聞佛所說,歡喜奉行。
Pada saat Ānanda beserta para bhikṣu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira mereka melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Sepuluh.
Sūtra ke-2 dari varga XLVIII, “Sepuluh Perbuatan Jahat” (十不善品).
Tiada padanan Pāli.






CATATAN:

¹ Di kemudian hari ritual poṣadha pada waktu jaga terakhir (menjelang pagi) dilarang oleh Buddha sebab dikhawatirkan apabila pembacaan prātimokṣa belum selesai hingga matahari terbit, maka poṣadha meliputi dua hari — pergantian hari di India kuno dihitung mulai matahari terbit, bukan dari pukul 00.00.

² Tidak diketahui bentuk asli Sanskerta/bahasa-bahasa India lainnya. Kepala yang pecah tujuh dalam teks-teks Buddhis seringkali diumpamakan dengan bunga arjaka.

³ Atau 三十萬 ‘300.000’ menurut bacaan Tripiṭaka edisi Sung, Yüan, dan Ming. Aksara 十 dalam jumlah-jumlah hadirin Persamuhan Buddha Kanakamuni dan Kāśyapa barangkali merupakan salah salin yang sebaiknya ditiadakan. Angka-angka ini seharusnya semakin menurun: untuk Buddha Kanakamuni 60.000 dan 40.000 (30.000), dan untuk Buddha Kāśyapa 40.000 dan 30.000.

Minggu, 18 Agustus 2013

Sutra tentang Lima Pertanda

《五瑞經》

Ekottara Agama Dewa Sakra Indra Yuhuang Giok Hong Kaisar

聞如是。
Demikianlah yang telah kudengar:



一時,佛在羅閱城,迦蘭陀竹園所,與大比丘眾,五百人俱。
Pada suatu ketika Buddha berada di Rājagṛha di Hutan Bambu Karaṇḍa, bersama dengan sekumpulan besar bhikṣu yang berjumlah 500 orang.



爾時,三十三天有一天子,身形有五死瑞應。云何為五?
Pada saat itu terdapatlah seorang devaputra di Surga Trāyastriṃśa yang tubuhnya mulai menampakkan lima pertanda kematian. Apakah kelimanya itu?

一者、華冠自萎。
1. Mahkota bunganya layu sendiri.

二者、衣裳垢坋。
2. Pakaiannya mulai kotor.

三者、腋下流汗。
3. Ketiaknya mengeluarkan keringat.

四者、不樂本位。
4. Ia tidak merasa nyaman lagi duduk di tempatnya.

五者、玉女違叛。
5. Para bidadari meninggalkannya.

爾時,彼天子愁憂苦惱,搥胸歎息。
Pada saat itu, dengan diliputi perasaan khawatir dan amat menderita, devaputra tersebut menebah dada dan berkeluh-kesah.



時,釋提桓因聞此天子愁憂苦惱,搥胸歎息,便敕一天子:「此何等音聲,乃徹此間 ?」
Tatkala Śakra devānām-indra mendengar suara devaputra tersebut menebah dada dan berkeluh-kesah dengan diliputi perasaan khawatir dan amat menderita, maka dipanggilnyalah seorang devaputra: “Suara apakah itu yang terdengar sampai kemari?”



彼天子報言:「天王!當知。今有一天子,命將欲終,有五死瑞應:
Jawab devaputra itu: “Wahai raja para dewa, ketahuilah! Saat ini terdapat seorang devaputra yang usianya hampir berakhir, dan lima pertanda kematian mulai nampak padanya:

一者、華冠自萎。
1. Mahkota bunganya layu sendiri.

二者、衣裳垢坋。
2. Pakaiannya mulai kotor.

三者、腋下流汗。
3. Ketiaknya mengeluarkan keringat.

四者、不樂本位。
4. Ia tidak merasa nyaman lagi duduk di tempatnya.

五者、玉女違叛 。」
5. Para bidadari meninggalkannya.”



爾時,釋提桓因往至彼欲終天子所,語彼天子言:「汝今何故愁憂苦惱,乃至於斯?」
Pada saat itu berangkatlah Śakra devānām-indra menuju ke tempat devaputra yang akan meninggal itu, dan berkata kepadanya: “Mengapakah engkau kini diliputi perasaan khawatir dan amat menderita sampai sedemikian?”



天子報言:「尊者因提。那得不愁憂苦惱?命將欲終,有五死怪:華冠自萎、衣裳垢膩、腋下流汗、不樂本處、玉女違叛。今此七寶宮殿,悉當忘失,及五百玉女,亦當星散。我所食甘露者,今無氣味!」
Devaputra itu menjawab: “Wahai Indra yang mulia, bagaimanakah aku tidak diliputi perasaan khawatir dan amat menderita? Usiaku hampir berakhir dan lima pertanda kematian mulai nampak: mahkota bungaku layu sendiri, pakaianku mulai kotor, ketiakku mengeluarkan keringat, aku tidak merasa nyaman lagi duduk di tempatku, dan para bidadari meninggalkanku. Mulai saat ini istanaku yang terbuat dari tujuh permata akan hilang terlupakan, dan kelima ratus bidadariku juga akan terserak. Amṛta yang biasa kumakan kini telah kehilangan rasanya!”



是時,釋提桓因語彼天子言:「汝豈不聞如來說偈乎?
Lalu berkatalah Śakra devānām-indra kepada devaputra itu: “Tidak pernahkah engkau mendengar Tathāgata mengucapkan gāthā:

『一切行無常  生者必有死
 不生則不死  此滅為最樂』

‘Segala yang berkondisi tidak kekal.
Apa yang lahir, niscaya akan mati.
Tiadanya kelahiran berarti tiada lagi kematian
— penghentian inilah kebahagiaan tertinggi.’

汝今何故愁憂乃至於斯?一切行無常之物。欲使有常者,此事不然。」
Mengapakah engkau kini merasa demikian khawatir? Segala yang berkondisi merupakan subjek ketidakkekalan. Mengharapkannya kekal selama-lamanya merupakan hal yang mustahil.”



天子報言:「云何?天帝。我那得不愁憂?我今天身清淨無瑕穢;光喻日月,靡所不照。捨此身已,當生羅閱城中,豬腹中生,生恒食屎。死時為刀所割。」
Devaputra itu menjawab: “Bagaimana lagi, raja para dewa? Masakan aku tidak khawatir? Kini aku memiliki tubuh dewata yang murni tanpa kekotoran; cahayaku melampaui matahari dan rembulan, dan tiada yang tidak diterangi olehnya. Setelah aku meninggalkan tubuh ini, aku akan terlahir di Rājagṛha dalam perut seekor babi, dan sepanjang hidupku aku akan memakan kotoran. Kemudian aku akan mati tersembelih oleh pisau.”



是時,釋提桓因語彼天子言:「汝今可自歸佛、法、眾。若當爾時,便不墮三惡趣。」
Maka Śakra devānām-indra berkata kepada devaputra itu: “Kini engkau boleh berlindung kepada Buddha, Dharma, dan Saṅgha sehingga apabila tiba saatnya, engkau tidak akan terjatuh ke tiga jalur kelahiran rendah (durgati).”



是時,天子報言:「豈當以歸三尊,不墮三惡趣乎?」
Lalu devaputra itu menjawab: “Bagaimana mungkin dengan berlindung kepada Tiga Yang Mulia takkan terjatuh ke tiga jalur kelahiran rendah?”



釋提桓因曰:「如是!天子。其有自歸三尊者,終不墮三惡趣也。如來亦說此偈:
Śakra devānām-indra berkata: “Begitulah, devaputra! Barangsiapa yang berlindung kepada Tiga Yang Mulia, tidak akan terjatuh ke tiga jalur kelahiran rendah. Tathāgata juga mengucapkan gāthā ini:

『諸有自歸佛  不墮三惡趣
 盡漏處天人  便當至涅槃』

‘Mereka yang berlindung kepada Buddha
takkan terjatuh ke tiga jalur kelahiran rendah.
Mengakhiri kebocoran batin (āsrava) di antara dewa dan manusia,
akan tibalah mereka di Nirvāṇa.’



爾時,彼天問釋提桓因:「今如來竟為所在?」
Pada saat itu bertanyalah devaputra itu kepada Śakra devānām-indra: “Di manakah kini Tathāgata berada?”



釋提桓因曰:「今如來在摩竭國,羅閱城中,迦蘭陀竹園所,與大比丘眾,五百人俱。」
Śakra devānām-indra berkata: “Kini Tathāgata berada di Negeri Magadha, di Rājagṛha, di Hutan Bambu Karaṇḍa, bersama dengan sekumpulan besar bhikṣu yang berjumlah 500 orang.”



天子報言:「我今無有此力,可得至彼,覲省如來。」
Devaputra itu menjawab: “Aku tidak memiliki kekuatan sekarang untuk ke sana dan melawat Tathāgata.”



釋提桓因報言:「天子。當知!右膝著地,長跪叉手,向下方界,而作是說:
Śakra devānām-indra menjawab: “Devaputra, ketahuilah! Berlututlah dengan lutut kananmu menyentuh tanah dan, dengan berañjali menghadap ke dunia di bawah, ucapkanlah:

『唯願!世尊。善觀察之。今在垂窮之地,願矜愍之。我今自歸三尊,如來無所著。』」
‘Kiranya Bhagavan memperhatikan! Berbelaskasihlah kepada saya yang kini merendah di tanah. Kini saya berlindung kepada Tiga Yang Mulia, kepada Tathāgata sang Arhat.’ ”



是時,彼天子隨釋提桓因言,即便長跪向下方,自稱姓名,自歸佛、法、眾,盡其形壽為真佛子,非用天子。
Maka dengan mengikuti nasihat Śakra devānām-indra, devaputra itu pun berlutut menghadap ke arah bawah, menyebutkan namanya sendiri, dan berlindung kepada Buddha, Dharma, dan Saṅgha. Ia bertekad seumur hidup untuk menjadi siswa sejati Buddha dan bukan dewa-dewa.

如是至三說此語已,不復處豬胎,乃當更生長者家。
Begitulah, setelah mengucapkan perkataan ini tiga kali, ia tidak lagi harus mendiami rahim seekor babi, tetapi akan terlahirkan kembali dalam keluarga perumahtangga.



是時,彼天見此緣已,即向釋提桓因,而說此偈:
Sesudah melihat kondisi kelahirannya tersebut, berkatalah devaputra itu kepada Śakra devānām-indra dalam gāthā berikut:

「善緣非惡緣  為法非為財
 導引以正道  此者尊所歎
 蒙尊不墮惡  豬胎甚難因
 自察生長者  因彼當見佛」

“Kondisi yang baik dan bukan kondisi yang buruk;
demi Dharma dan bukan demi harta.
Membimbingku dalam Jalan yang Benar
— karena hal inilah Tuan pantas dipuji.

Berkat Tuanlah aku terhindar dari jalur rendah,
dari penyebab kesukaran di dalam rahim babi.
Kuamati sendiri bahwa aku akan terlahir dalam keluarga perumahtangga,
dan, karena hal itu, kelak aku dapat bertemu Buddha.”



是時,天子隨時壽長短,生羅閱城中,大長者家。是時,長者婦自知有娠。十月欲滿,生一男兒,端正無雙,世之希有。
Maka sesuai dengan jangka usianya, devaputra itu pun terlahir di Rājagṛha, dalam keluarga perumahtangga besar. Maka istri sang perumahtangga pun mendapati dirinya tengah mengandung. Tatkala hampir genap sepuluh bulan, ia melahirkan seorang putra yang rupawan tiada duanya — suatu hal yang jarang di dunia.



是時,釋提桓因已知此兒向十歲,數數往告:「汝可憶本所作緣本!
Selanjutnya, sewaktu Śakra devānām-indra mengetahui bahwa anak ini hampir berusia sepuluh tahun, datanglah ia berulang-kali memberitahunya: “Ingatlah akan kondisi yang telah kauciptakan dahulu!

自言:『我當因彼見佛。』今正是時,可見世尊。若不往者,後必有悔。」
Engkau sendiri telah berkata: ‘Karena hal itu, kelak aku dapat bertemu Buddha.’ Kini adalah saatnya, dan engkau dapat menemui Bhagavan. Jika tidak, tentu engkau akan menyesal nanti.”



是時,尊者舍利弗到時,著衣持缽,入羅閱城乞食。漸漸往至彼長者家,在門外靜然而住。
Kemudian Bhadanta Śāriputra, ketika sudah waktunya, dengan mengenakan jubah dan memegang mangkuk, masuk ke Rājagṛha untuk berpiṇḍapāta. Lambat laun tibalah ia di rumah perumahtangga itu dan berdiri dengan tenang di muka pintu.



爾時,長者子見舍利弗著衣持缽,容貌殊特。見已,便往至舍利弗前,而作是說:「汝今是誰?為誰弟子?為行何法?」
Pada saat itu putra sang perumahtangga pun melihat Śāriputra yang berjubah dan memegang mangkuk, amat anggun penampilannya. Setelah melihatnya, maka dihampirinya Śāriputra seraya berkata: “Anda siapa? Murid siapakah Anda? dan ajaran apa yang Anda laksanakan?”



舍利弗言:「我師出釋種。於中出家學道。師名如來、至真、等正覺,恒從彼受法。」
Śāriputra berkata: “Guruku berasal dari kaum Śākya. Dalam Ajaran-Nya aku meninggalkan rumah-tangga dan mempelajari Jalan. Guruku disebut Tathāgata, Arhat, Samyak-saṃbuddha, dan dari-Nya aku senantiasa menerima Dharma.”



是時,小兒即向舍利弗,而說此偈:
Lalu anak kecil itu berkata kepada Śāriputra dalam gāthā berikut:

「尊今靜然立  持缽容貌整
 今欲求何等  與誰在此住」

“Yang Mulia yang kini berdiri dengan tenang,
berpenampilan anggun sambil memegang mangkuk —
apakah yang hendak Yang Mulia cari?
demi siapakah Yang Mulia diam di sini?”



是時,舍利弗復以偈報曰:
Maka Śāriputra menjawabnya pula dengan gāthā:

「我今不求財  非食非服飾
 故來為汝故  善察聽我語
 憶汝本所說  天上言誓時
 人中當見佛  故來相告耳
 諸佛出興難  說法亦復然
 人身不可獲  亦如優曇花
 汝今隨我來  俱覲如來容
 必當為汝說  至要之善處」

“Kini aku bukan meminta harta,
bukan pula makanan atau pakaian.
Demi engkaulah aku datang.
Dengarlah ucapanku dan perhatikanlah:

Ingatlah apa yang sudah kaukatakan,
tatkala engkau mengucap tekad di alam surga,
‘Di alam manusia aku akan menemui Buddha.’
Untuk memberitahumulah maka aku datang.

Kemunculan para Buddha sangatlah langka.
Demikian pula halnya dengan pembabaran Dharma.
Tubuh manusia ini tidak mudah diperoleh,
bagaikan bunga udumbara.

Sekarang marilah engkau mengikut aku
untuk berjumpa seutuhnya dengan Tathāgata.
Bagimu tentu Ia akan bersabda
pokok-pokok ajaran yang esensial.”



是時,長者子聞舍利弗語已,即往至父母所,頭面禮足,在一面立。
Setelah mendengar perkataan Śāriputra, maka putra perumahtangga itu pun menemui ayah-ibunya, bernamāskara di bawah kaki mereka, dan berdiri di satu sisi.

是時,長者子白父母言:「唯願!聽許。至世尊所,承事禮敬,問訊康強。」
Lalu berkatalah putra perumahtangga itu kepada ayah-ibunya: “Berkenanlah kiranya memberi saya izin ke tempat Sang Bhagavan, untuk melayan dan memberi hormat, untuk menanyakan kabar kesehatan Beliau.”



父母報曰:「今正是時。」
Jawab ayah-ibunya: “Kinilah waktu yang tepat.”



長者子即集香花,及好白氎,共尊者舍利弗,相隨往至世尊所,頭面禮足,在一面住。
Putra perumahtangga itu pun mengumpulkan bebungaan yang wangi serta sehelai kain beludru halus, lalu mengikuti Bhadanta Śāriputra bersama-sama menuju ke tempat Bhagavan, bernamaskāra di bawah kaki Beliau, dan berdiam di satu sisi.



爾時,舍利弗白世尊言:「此長者子居此羅閱城中,不識三尊。唯願!世尊。善與說法,令得度脫。」
Pada saat itu berkatalah Śāriputra kepada Bhagavan: “Putra perumahtangga ini tinggal di Kota Rājagṛha, namun tidak mengenal Tiga Yang Mulia. Berkenanlah kiranya, ya Bhagavan, membabarkan Dharma kepadanya sehingga ia memperoleh Pembebasan!”



是時,長者子遙見世尊威容端正,諸根寂靜,有三十二相、八十種好,莊嚴其身;亦如須彌山,出衆山上;面如日月,視之無厭;前進禮足,在一面住。
Dari kejauhan terlihatlah oleh putra perumahtangga itu Bhagavan dengan penampilan-Nya yang rupawan; indera-Nya yang tenang; 32 ciri agung serta 80 tanda tambahan yang menghiasi tubuh-Nya, yang bagaikan raja gunung, Sumeru, mencuat di antara segala gunung; wajah-Nya yang seumpama matahari dan rembulan, tidak membosankan bila dipandang. Lalu majulah ia ke depan, bernamaskāra di bawah kaki Beliau, dan berdiam di satu sisi.

爾時,長者子即以香華,散如來上。復以新白氎,奉上如來,頭面禮足,在一面住。
Pada saat itu putra perumahtangga itu pun menaburkan bebungaan wanginya ke atas Tathāgata. Dibentangkannya pula kain beludru barunya ke atas Beliau, dan kembalilah ia bernamaskāra di bawah kaki Tathāgata, serta berdiam di satu sisi.



是時,世尊漸與說法。所謂論者:施論、戒論、生天之論,欲爲不淨,漏為是大患,出家為要。
Selanjutnya secara bertahap Bhagavan membabarkan Dharma kepadanya, yakni: topik-topik tentang berderma (dānakathā), tentang moralitas (śīlakathā), tentang kelahiran di surga (svargakathā), tentang ketidakmurnian hawa nafsu, tentang kebocoran batin (āsrava) yang merupakan penyakit utama, tentang pentingnya meninggalkan keduniawian (pravrajya).



是時,世尊已知小兒心開,意解諸佛世尊常所說法:苦、習、盡、道。
Tatkala itu Bhagavan mengetahui bahwa batin anak kecil ini telah terbuka, pikirannya telah mengerti Dharma yang senantiasa dibabarkan oleh para Buddha-Bhagavan, yakni: tentang penderitaan (duḥkha), penyebab penderitan (samudaya), akhir penderitaan (nirodha), dan Jalan menuju akhir penderitaan (marga).

是時,世尊盡與彼長者子說是時,長者子即於座上,諸塵垢盡,得法眼淨,無復瑕穢。
Ketika telah selesai Bhagavan berkata-kata kepada putra perumahtangga itu, dari tempat duduknya putra perumahtangga itu pun terbebas dari segala debu, memperoleh mata Dharma yang bersih, tanpa noda kekotoran.



是時,長者子即從座起,頭面禮足,白世尊言:「唯願!世尊,聽使出家,得作沙門。」
Maka bangkitlah putra perumahtangga itu dari tempat duduknya, bernamaskāra di bawah kaki Bhagavan dan berkata: “Berkenanlah kiranya, ya Bhagavan, mengizinkan saya meninggalkan rumah-tangga untuk menjadi śramaṇa!”



世尊告曰:「夫為道者,不辭父母,不得作沙門。」
Bhagavan berkata: “Seorang pencari Pencerahan yang tidak meninggalkan ayah-ibunya tidak dapat menjadi śramaṇa.”



是時,長者子白世尊言:「要當使父母聽許。」
Lalu berkatalah putra perumahtangga itu kepada Bhagavan: “Biarlah saya memohon ayah-ibu agar memberikan izin.”



世尊告曰:「今正是時。」
Bhagavan berkata: “Kinilah waktu yang tepat.”



爾時,長者子即從座起,頭面禮足,便退而去,還至所在,白父母言:「唯願!聽許。得作沙門。」
Pada saat itu bangkitlah putra perumahtangga itu dari tempat duduknya, bernamaskāra di bawah kaki Bhagavan, dan mengundurkan diri. Ia kembali ke rumahnya dan berkata kepada ayah ibunya: “Berkenanlah kiranya memberikan saya izin untuk menjadi śramaṇa.”



父母報言:「我等今日,唯有一子。然家中生業,饒財多寶。行沙門法,甚為不易。」
Jawab ayah-ibunya: “Kini kami hanya memiliki engkau satu-satunya anak kami. Di samping itu keluarga kita mengelola bisnis dan memiliki banyak kekayaan. Sungguh tidak mudah bagimu untuk menjalankan kehidupan sebagai śramaṇa.”



長者子報言:「如來出世,億劫乃有,甚不可遇,時時乃出耳!亦如優曇缽華,時時乃有耳,如來亦復如是,億劫乃出耳!」
Putra perumahtangga itu menjawab: “Tathāgata muncul di dunia setelah berkoṭi-koṭi kalpa; sungguh langkalah Beliau dijumpai dan hanya saat-saat tertentu Ia muncul! Bagaikan bunga udumbara yang muncul pada saat-saat tertentu, demikian pulalah Tathāgata muncul setelah berkoṭi-koṭi kalpa!”



是時,長者子父母,各共嘆息,而作是言:「今正是時,隨汝所宜。」
Maka ayah-ibunya, setelah masing-masing menghela nafas, berkata: “Kinilah waktu yang tepat, perbuatlah apa yang menurutmu sesuai.”



是時,長者子頭面禮足,便辭而去,往至世尊所,頭面禮足,在一面立。
Lalu bernamaskāralah putra perumahtangga itu di bawah kaki mereka, mengundurkan diri, dan pergi. Ia kembali ke tempat Bhagavan, bernamaskāra di bawah kaki Beliau, dan berdiri di satu sisi.



爾時,彼長者子白世尊言:「父母見聽。唯願!世尊。聽使作道。」
Pada saat itu berkatalah putra perumahtangga itu kepada Bhagavan: “Ayah dan ibu telah memberi saya izin. Berkenanlah kiranya, ya Bhagavan, mengizinkan saya menjadi śramaṇa!”



爾時,世尊告舍利弗:「汝今度此長者子,使作沙門。」
Pada saat itu Bhagavan memberitahu Śāriputra: “Kini tahbiskanlah putra perumahtangga ini agar ia menjadi śramaṇa.”



舍利弗對曰:「如是!世尊。」
Jawab Śāriputra: “Baiklah, ya Bhagavan!”



爾時,舍利弗從佛受教,度作沙彌,日日教誨。
Pada saat itu, setelah menerima instruksi dari Buddha, Śāriputra pun menahbiskannya menjadi śrāmaṇera, dan membimbingnya hari demi hari.



是時,彼沙彌在閑靜處,而自剋修所以族姓子出家學道,剃除鬚髮,修無上梵行者,欲得離苦。
Maka di tempat yang sunyi (araṇya) śrāmaṇera itu berdiam dan melatih dirinya sendiri sebagaimana yang dilakukan oleh putra-putra berbudi dari keluarga baik-baik yang, demi mempelajari Jalan, meninggalkan rumah-tangga, mencukur rambut dan jenggotnya, menempuh kehidupan murni (brahmacarya) tiada tara karena ingin terbebas dari penderitaan.

是時,沙彌即成阿羅漢,往至世尊所,頭面禮足,白世尊言:「我今已見佛聞法,都無有疑。」
Ketika itu śrāmaṇera tersebut menjadi seorang arhat, dan ia pun pergi ke tempat Bhagavan, bernamaskāra di bawah kaki Beliau, dan berkata: “Setelah kini saya bertemu Buddha dan mendengar Dharma, tiada lagi keragu-raguan dalam diri saya.”



世尊告曰:「汝今云何見佛聞法,而無狐疑?」
Bhagavan berkata: “Bagaimanakah engkau kini, setelah bertemu Buddha dan mendengar Dharma, tidak memiliki keragu-raguan lagi?”



沙彌白佛言:「色者無常,無常者即是苦,苦者是無我,無我者即是空,空者非有、非不有。亦復無我,如是智者所覺知。
Śrāmanera itu berkata kepada Buddha: “Rupa adalah tidak-kekal; ketidakkekalan berarti penderitaan; penderitaan adalah tanpa-aku; tanpa-aku berarti kosong; kekosongan berarti bukannya ada, bukan pula tiada. Tanpa-aku inilah yang diinsafi oleh para bijaksana.

痛、想、行、識無常,無常者是苦,苦者無我,無我者是空,空者非有、非不有。此智者所覺知。
Perasaan, pencerapan, bentukan mental, dan kesadaran adalah tidak-kekal; ketidakkekalan berarti penderitaan; penderitaan adalah tanpa-aku; tanpa-aku berarti kosong; kekosongan berarti bukannya ada, bukan pula tiada. Inilah yang diinsafi oleh para bijaksana.

此五盛陰無常、苦、空、無我、非有,多諸苦惱,不可療治,恒在臭處,不可久保,悉觀無有我。今日觀察此法,便為見如來已。」
Kelima kumpulan agregat (pañcaskandha) ini tidak-kekal, merupakan penderitaan, kosong, tanpa-aku, bukannya ada, [bukan pula tiada,] mengandung banyak kesengsaraan, sukar disembuhkan, senantiasa berada dalam kebusukan, sukar dipertahankan. Semuanya ini saya amati tidak memiliki ‘aku’. Setelah hari ini saya mengamati hal ini, maka saya menemui Tathāgata.”



世尊告曰:「善哉!善哉!沙彌。即聽汝為大沙門。」
Bhagavan berkata: “Bagus, bagus, śrāmaṇera! Kuiizinkan engkau untuk menjadi śramaṇa besar (= bhikṣu).”



爾時,彼沙彌聞佛所說,歡喜奉行。
Pada saat śrāmaṇera itu mendengar apa yang disabdakan Buddha, dengan gembira ia melaksanakannya.






—— Ekottara Āgama, Kelompok Lima.
Sūtra ke-6 dari varga XXXII, “Timbunan Kebaikan” (善聚品).
Tiada padanan Pāli.