Translate

Kamis, 08 Agustus 2019

PARA SISWA — Dekade Kedelapan







「我聲聞中,第一比丘體性利根,智慧深遠,所謂鴦掘魔比丘是。
“Di antara siswa-siswa-Ku, bhikṣu yang terunggul dalam hal sifat bawaannya yang berindera tajam, yang kebijaksaannya jauh mendalam, ialah Bhikṣu Yang-chüeh-mo (Aṅgulimāla).

能降伏魔外道邪業,所謂僧迦摩比丘是。
Yang mampu menaklukkan pekerjaan sesat kaum eksternalis Māra ialah Bhikṣu Sêng-chia-mo (Saṅgrāma? Saṅgamāji?).

入水三昧,不以為難,所謂質多舍利弗比丘是。
Yang memasuki Samādhi Air dan tidak menganggapnya sukar ialah Bhikṣu Chih-to Shê-li-fu (Citta Śāriputra).

廣有所識,人所敬念,亦是質多舍利弗比丘是。
Luas akan hal yang diketahuinya, dihormati dan dikenang orang, juga ialah Bhikṣu Chih-to Shê-li-fu.

入火三昧,普照十方,所謂善來比丘是。
Yang memasuki Samādhi Api dan menerangi semesta ke sepuluh penjuru ialah Bhikṣu Shan-lai (‘Datang dengan Baik’, Svāgata).

能降伏龍,使奉三尊,所謂那羅陀比丘是。
Yang mampu menaklukkan naga supaya menjunjung Tiga Yang Mulia ialah Bhikṣu Na-lo-t’o (Nārada).

降伏鬼神,改惡修善,所謂鬼陀比丘是。
Yang mampu menaklukkan hantu yakṣa agar mengoreksi kejahatan dan mengembangkan kebaikan ialah Bhikṣu Kui-t’o (Khitaka?)¹.

降乾沓和,勤行善行,所謂毘盧遮比丘是。
Yang mampu menaklukkan gandharva agar tekun melaksanakan praktik kebaikan ialah Bhikṣu P’i-lu-chê (Veroca? V(a)irocana?)².

恒樂空定,分別空義,所謂須菩提比丘是。
Yang senatiasa gemar akan Samādhi Kekosongan (śūnyatā), memilah-milah arti kekosongan, ialah Bhikṣu Hsü-p’u-t’i (Subhūti).

志在空寂,微妙德業,亦是須菩提比丘。
Yang berketetapan, dalam damainya kekosongan, untuk melakukan pekerjaan bajik³ yang halus dan menakjubkan, juga ialah Bhikṣu Hsü-p’u-t’i.

行無想定,除去諸念,所謂耆利摩難比丘是。
Yang mempraktikkan Samādhi Tanpa-tanda (ānimitta), menyingkirkan segala pemikiran, ialah Bhikṣu Ch’i-li-mo-nan (Girimānanda).

入無願定,意不起亂,所謂焰盛比丘是。」
Yang memasuki Samādhi Tanpa-hasrat (apraṇihita), pikirannya tidak terbit kekacauan, ialah Bhikṣu Yen-shêng (‘Nyala Berlimpah’, Telakāni?).”




(UDDĀNA:)

Yang-chüeh, Sêng-chia-mo,
Chih-to, Baik, Na-lo,
Yüeh-ch’a, Fu-lu-chê,
Pekerjaan Baik, mo-nan, Nyala.







—— Ekottara Āgama, Kelompok Satu.
Dekade ke-8 dari varga IV, “Para Siswa” (弟子品).
Padanan Pāli: AN I.14 (Etadagga Vagga).






CATATAN:

¹ Identifikasi yang mengganjal. Syair uddāna di bawah hanya memberi transkripsi: Yüeh-ch’a 閱叉 (‘yakṣa’).

² Syair uddāna memberi transkripsi yang berbeda: Fu-lu-chê 浮盧遮.

³ Tê-yeh 德業 (’Pekerjaan Bajik’) merupakan interpretasi untuk nama Subhūti. Syair uddāna di bawah memberi terjemahan yang sedikit berbeda: Shan-yeh 善業 (‘Pekerjaan Baik’).

Nimitta (‘tanda’) seharusnya ditulis 相, tetapi seringkali dirancukan pada terjemahan lama dengan 想 seperti di sini.

⁵ Identifikasi yang mengganjal. Lihat juga catatan no. 7.

⁶ Alih-alih translasi ini, edisi Korea memberi bacaan: P’o 婆 (barangkali merupakan transkripsi sukukata pertama Svāgata — walaupun salah-salin, yang seharusnya Suo 娑).

⁷ Pada syair uddāna, edisi Sung menggunakan varian lain untuk menulis Yen (‘Nyala’): 炎. Edisi Korea malah kekurangan nama ini; tiga karakter terakhirnya adalah chi mo-nan 及摩難 (‘dan mo-nan’).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar